Dia bilang, pihaknya cukup kewalahan saat berjalan kaki menuju tempat tujuan.
Tak cuma itu, kata dia, hal itu lantaran akses jalan yang belum tersedia, ditambah beberapa sungai yang kerap meluap saat musim hujan.
“Ada satu sungai di Mugusinis itu namanya Kali Kerok, arusnya cukup deras jadi sulit buat dilewati,” jelasnya.
Dirinya mengaku, kejadian itu bukan baru kali pertama terjadi, namun telah berulang kali dirasakan, terlebih saat musim hujan.
Mereka berharap, masalah seperti itu bisa mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat, untuk mendukung kelancaran aktivitas pihaknya.
“Kalau musim biasa-biasa itu aman saja, bisa lewat, kalau musim timur begini semangat mati, jadi harapan kami kalau bisa diperhatikan,” harapnya. (Iswandi Kelilauw)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










