Porostimur.com, Ambon – Kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi Teluk Ambon yang semakin tercemar menemukan angin segar. Pemerintah Kota Ambon akan segera mengoperasikan kapal pembersih sampah berteknologi tinggi asal Swiss yang dirakit langsung di Kota Ambon.
Kapal ini dijadwalkan resmi beroperasi pada Februari 2026 dan menjadi salah satu terobosan paling ambisius dalam sejarah penanganan sampah laut di Maluku.
Teluk Ambon Terancam Pencemaran
Selama bertahun-tahun, Teluk Ambon menjadi muara dari berbagai aktivitas masyarakat. Sampah rumah tangga, limbah kegiatan ekonomi, hingga material plastik dari sungai-sungai kecil yang mengalir ke teluk menurunkan kualitas air.
Banyak area perairan yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi jalur terapung sampah. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius terhadap ekologi, pariwisata, dan kesehatan masyarakat.
Kapal pembersih ini dirancang sebagai unit pengolahan mini dengan teknologi mutakhir. Perakitan dilakukan sejak awal 2025 oleh tim gabungan teknisi lokal dan insinyur dari Sidlin Aerospace—perusahaan Swiss yang dikenal mengembangkan inovasi lingkungan berbasis teknologi aeronautik dan maritim.
Sistem Pemilah Otomatis dan Pengolahan Berkelanjutan
Menurut Apries Gasperzs, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, kapal ini mampu mengangkut hingga satu ton sampah setiap perjalanan. Yang membedakannya adalah sistem pemilah otomatis di atas kapal.









