Porostimur.com | Ambon: Sikap gubernur Maluku, Murad Ismail yang mengumbar makian di hadapan wartawan mendapat tanggapan dari politisi senior Bitzael Silvester Temmar.
Menurut Bito Temmar, kosa kata yang dipilih gubernur untuk mengekspresikan kemarahan, ternyata cukup buruk.
Mantan Bupati Kepulauan Tanimbar ini menyebut, pilihan kosakata publik gubernur dalam mengekspresikan kemarahan tidak mencerminkan dua hal.
Pertama, fungsi edukasi publik. Gubernur boleh marah itu manusiawi. Tetapi karena posisi publik jabatan gubernur begitu tinggi, aspek edukasi publik mesti diperhatikan sehingga ekspresi kemarahan itu mendidik.
Yang kedua, cermin personalitas. Dari aspek sosiologis, jabatan gubernur juga sekaligus menunjukan keunggulan kepribadian siapa pun yang menjabat jabatan tersebut.
“Ini yang sangat disayangkan. Tapi memang kecenderungan perilaku sejumlah kepala daerah di Maluku saat ini baik dari aspek moral mau pun aspek psikososial tergolong buruk,” ujarnya.
Bito menambahkan, selain kosakata dan rasa bahasa publik yang tidak sepadan dengan prestise jabatan pemerintahan yang dipangkunya, banyak sekali kebijakan dan atau keputusan politik pemerintahan yang membentur aturan dan rasa keadilan.




