Blunder

oleh -521 views
Made Supriatma

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Saya tidak kenal secara pribadi dengan Fadli Zon (FZ), Menteri Kebudayaan sekarang. Tapi saya tahu bahwa ia sudah ada dalam jagat politik Indonesia sejak tahun 1990-an. Sejak muda, FZ sudah beredar di lingkaran elit.

Semua orang tahu bahwa FZ sangat dekat dengan Prabowo. Karir dan hidupnya bersama Prabowo. Ada yang mengatakan bahwa dia operator politiknya Prabowo. Ada juga yang mengatakan bahwa dia penasehat poitiknya. Tidak terlalu besar bedanya. Tapi apa peduli kita?

Yang jelas, FZ dan Prabowo bagaikan ikan dengan air (meminjam istilah gerilya tentara rakyat). Kalau Prabowo adalah air, maka FZ adalah ikannya. Atau apalah yang ada di air — ketika mengalir atau sekedar menggenang.

Saat ini, ketika istilah “aktivis 98′ menjadi hype, kita banyak mendengar bahwa FZ adalah salah satu bagiannya. Ada teman saya yang protes tentang soal pelabelan ini, “Aktivis dari Hongkong?,” sergahnya.

Baca Juga  Mubes Makayoa Jabodetabek Tetapkan Saleh Muhammad sebagai Ketua Umum

Saya tidak berani berdebat tentang apakah FZ adalah aktivis atau bukan. Kalau label ‘aktivis 98’ itu datang dari dirinya sendiri, biar sudah. Apa istimewanya? Toh semua orang yang pada tahun 1998 dan sebelumnya gontok-gontokan itu sekarang tidur dalam selimut yang sama dan menyusu pada induk yang sama?

No More Posts Available.

No more pages to load.