Oleh: A. Malik Ibrahim, Sekretaris DPW Partai NasDem Maluku Utara
“Kita lebih bodoh dari generasi sebelumnya”
YB Mangunwijaya (1929-1999)
MUNGKIN ada yang nyeleneh berkata, “Ah masa sih 80 persen otak orang dewasa sudah terbentuk ketika berusia tiga tahun? Lalu otak kita akan berkembang sampai 90 persen di usia lima tahun”. Ilustrasi ini mungkin belum terlalu smart dan simple.
Satu lagi, otak berfungsi sebagai komputer tubuh. Di sana, “kata Dr. Nadesul, “semua pusat komando mesin tubuh berada. Bukan hanya berfikir, beremosi
dan menyimpan memori, otak juga mengurus motorik, selain tempat semua pusat vital berada, seperti pernapasan, degup jantung, serta pancaindera” (Nadesul, 2007). Jika fungsi otak anak terganggu dapat menyisakan kecacatan, kelemahan, atau invaliditas.
Ternyata pada fase usia dini tersebut, otak berkembang lebih cepat dari yang kita duga dan tidak akan berulang lagi pada periode selanjutnya. Riset menunjukkan, perkembangan otak yang ideal tidak dialami oleh semua anak. Terbukti, masih ada tujuh juta balita di Indonesia memiliki risiko tidak dapat mencapai pematangan neuron otak dengan optimal karena mengalami stunting.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi secara kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Gejala yang nampak dari stunting adalah tinggi badan anak yang sangat kurang dibanding anak seumurannya. Stunting juga dapat menghambat perkembangan otak, kecerdasan, dan motorik, serta mengakibat gangguan psikososial.










