BMKG: Gempa Morotai Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Laut Filipina

oleh -2 views

Porostimur.com | Ternate: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tektonik magnitudo 5,5 yang terjadi di Daruba, Maluku Utara pada Sabtu 29 Februari 2020, pukul 18.28.26 WIT kemarin, akibat aktivitas subduksi lempeng laut Filipina.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan patahan naik,” sebut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Manado, Bitung, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Tonggano, Tutuyan, Tobelo, Morotai III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan dan dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga hari Ahad, 1 Marat 2020 pukul 16.47 WIT, dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Daryono berharap, masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Masyarakat juga diimbau memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah.

Selain itu, memanfaatkan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.26 LU dan 128.11 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 124 kilometer arah Utara Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada kedalaman 128 kilometer. (red/rtm)