MHB akan Lancarkan 6 Strategi ini Untuk Membangun Ternate Smart City

oleh -168 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Smart City kini banyak dikembangkan di berbagai kota di negara maju.

Tak ketinggalan, bakal calon Walikota Ternate, Muhammad Hasan Bay (MHB) juga memiliki keinginan yang kuat untuk mewujudkan Ternate sebagai salah satu kota pintar di Indonesia.

MHB mengatakan dirinya telah memiliki konsep dan strategi untuk mendorong implementasi kota pintar atau smart city di Ternate.

“Kami sudah punya 6 strategi untuk mewujudkan smart city di Ternate, mulai dari regulasi, perencanaan, dan penganggaran,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini menyebut strategy yang pertama adalah Smart Economy. Yakni mendorong berkembangnya ekonomi melalui industri kreatif pada bidang digital.

“Dengan memanfaatkan teknologi digital, banyak peluang usaha baru yang muncul dan tak jarang yang menghasilkan solusi efektif untuk suatu masalah perkotaan. Namun, solusi tidak berhenti pada industri kreatif saja. Keseluruhan iklim bisnis juga perlu diperhatikan”, tukas MHB.

“Pada intinya, bagaimana cara pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk menarik investor, dan meningkatkan daya tarik kota. Akhirnya, akan membuka lapangan kerja baru, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan keuntungan ekonomi lainnya”, sambungnya.

Yang kedua adalah Smart Environment. Waste management, water management, dan energi alternatif yang ramah lingkungan menjadi objek untuk dikembangkan, misalnya, mengurangi sampah plastik.

Baca Juga  Luncurkan website, SMPN 6 nyanyikan Mars Diknas Kota Ambon

Salah satunya dengan mengurangi penggunaan kantong kresek dan sedotan plastik di pusat pembelanjaan, rumah makan / restoran.

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara ini menyebut strategy ketiga adalah Smart Government.

MBH bilang, sebagai salah satu agen terpenting Smart City, pemerintah harus dapat memfasilitasi perubahan, dan perkembangan sosial dengan baik, misalnya, lewat regulasi ekonomi strategis yang dibuat untuk mendorong perkembangan UKM & industri kreatif.

Atau dengan regulasi denda elektronik dengan memanfaatkan teknologi untuk mengurangi campur tangan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hasilnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta transparansi akan tercipta.

“Apalagi, setelah populernya system Blockchain, transparansi transaksi akan bisa dilacak oleh masyarakat dengan mudah”, katanya.

Keempat adalah Smart Living yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi indikator selanjutnya.

Baca Juga  Lima Puisi Nuriman N Bayan

Menutut MHB, pada tahap ini, pemerintah harus mampu memberikan fasilitas berupa informasi tentang kesehatan, mengembangkan kurikulum melek digital, dan membangun fasilitas ramah difabel untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat

“Misalnya, dengan melek digital, masyarakat dapat mengurangi penyebaran berita bohong atau hoax yang marak terjadi. Dengan berkurangnya informasi bohong, masyarakat akan diuntungkan dengan informasi yang valid dan benar adanya”, tukasnya.

“Contohnya informasi tentang bencana alam. Jika masyarakat melek digital, mereka dapat mengakses situs institusi terkait bencana seperti BMKG. Mereka dapat mengetahui status bencana dari sumber yang terpercaya”, sambung MHB.

Yang kelima menurut MHB adalah Smart Mobility yang berfokus pada peningkatan kualitas transportasi bagi masyarakat urban.

Menurut MHB, bahwa masalah setiap kota itu berbeda, maka, berbeda pula fokus, prioritas, dan solusinya. Misalnya, kota Ternate yang memiliki potensi perikanan dan pertanian, bisa mengembangkan teknologi yang mendukung perikanan dan pertanian.

Baca Juga  Para Tokoh KAMI Diintimidasi, Otoriter Gaya Baru Gunakan Teknologi Informasi Bertindak Represif

“Contohnya, mendorong para nelayan dan petani untuk menjual hasil panennya melalui e-commerce untuk menjangkau lebih banyak pembeli”, bebernya.

Yang terakhir adalah Smart People. Bagaimana bisa menjalankan Smart City di Ternate kalau masyarakatnya belum smart?

Oleh sebab itu MHB menyebut Smart People sebagai kuncinya yaitu pada kualitas masyarakat dan pemerintahnya. Tanpa ada kerjasama dari kedua pihak, mustahil Smart City di Ternate bisa berjalan dengan baik.

“Setiap indikator tidak bisa berjalan sendiri. Masing-masing dari indikator tersebut memiliki peran masing-masing dan saling keterkaitan satu dengan yang lainnya. Misalnya, untuk terciptanya Smart Economy, diperlukan Smart People untuk bisa berjalan. Smart Living membutuhkan Smart Government untuk membentuk regulasi yang mendukung dan mempermudah terlaksananya program”, pungkatnya. (red)