BMKG: Gempa Susulan di Laut Maluku Dipicu Zona Subduksi Ganda

oleh -349 views
Wakil Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia, Daryono, menjelaskan bahwa gempa di Laut Maluku merupakan konsekuensi dari dinamika tektonik yang kompleks. Wilayah ini berada di zona subduksi ganda, di mana Lempeng Laut Maluku tersubduksi ke arah barat di bawah Busur Sangihe dan ke arah timur di bawah Busur Halmahera.

Porostimur.com, Jakarta — Rangkaian gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di Laut Maluku, Kamis (2/4/2026) pagi. BMKG mencatat sejumlah gempa susulan yang masih dirasakan hingga Jumat siang (3/4/2026).

Gempa utama yang terjadi pukul 05.48 WIB tersebut bahkan sempat memicu tsunami kecil di beberapa wilayah, termasuk di Minahasa Utara dengan ketinggian sekitar 75 sentimeter, meski potensi awalnya diperkirakan bisa mencapai 3 meter.

Gempa Susulan Masih Terus Terjadi

BMKG mencatat gempa susulan terjadi pada pukul 01.46, 02.08, 04.06, 04.20, 07.22, 10.37, dan 11.42 WIT. Sebagian besar gempa dirasakan lemah di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, yang merupakan wilayah terdekat dari pusat gempa.

Baca Juga  Soal Dugaan Anggota DPRD Tabrak Warga, BK DPRD Tual: Belum Ada Laporan Resmi

Hanya gempa pada pukul 07.22 dengan magnitudo 5,4 yang guncangannya dirasakan cukup kuat hingga Kota Ternate, dengan intensitas III–IV MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah hingga menyebabkan pintu dan jendela berderik.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, sebelumnya mengingatkan bahwa gempa susulan berpotensi berlangsung selama beberapa hari ke depan.

“Masyarakat di Maluku Utara dan Sulawesi Utara diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.