BNI Harus Terbuka Pada Publik Terkait Pembobolan Dana Nasabah di Ambon

oleh -61 views

Porostimur.com | Ambon: PT Bank Negara Indonesia Tbk dihantam skandal pembobolan dana nasabah yang melibatkan karyawannya sendiri.

Emiten berkode BBNI ini diminta bersikap terbuka kepada publik dan investor mengenai rencana dan langkah perusahaan mengatasi masalah ini.


Pantauan Ipotnews melalui RTI, Rabu (12/2), pukul 11.15 WIB, harga saham BBNI berada pada level 7.275. Posisi ini melemah 25 poin atau 0,34% dibandingkan penutupan perdagangan yang terakhir.


Kapitalisasi saham BNI mencapai Rp135,67 triliun. Jumlah lembar saham yang diperdagangkan sebesar 3,32 juta lembar saham. Rentang pergerakan harga saham BNI berkisar 7.275 – 7.375.

Pendiri LBP Institute, Lucky Bayu Purnomo, menilai penurunan harga saham BNI sebetulnya terbilang kecil apabila mengacu pada peristiwa pembobolan dana nasabah yang terjadi di Ambon, Maluku. Namun sebagai perusahaan yang go public, BNI memiliki kewajiban moral memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Baca Juga  Jelang Piala Dunia 2026, Pedagang Bendera di Malra Kebanjiran Pembeli, Brasil Paling Laris

“Terutama mengenai apa yang akan dilakukan oleh BNI untuk menyelesaikan persoalan ini. Bagaimanapun juga investor membeli saham BNI bukan untuk hari ini saja, tapi juga untuk masa depan,” kata Bayu saat dihubungi oleh Ipotnews, Rabu (12/2/2020).

Bayu melihat sebetulnya belum ada kejelasan berapa besar kerugian BNI akibat aksi pembobolan dana nasabah sebesar Rp135,5 miliar. Hanya saja kerugian yang dialami BNI jelas adalah kerugian intangible, yaitu sentimen negatif dari para investor saham.