Bolehkah Titip Doa ke Orang yang Berangkat Haji? Ini Penjelasannya

oleh -30 views

Meski demikian, Buya Yahya juga mengingatkan agar tidak memberatkan jemaah haji. Menitipkan doa sebaiknya dilakukan secara sederhana dan tidak dalam bentuk daftar panjang.

“Minta doa boleh… tetapi jangan repotkan, doanya satu gembok begitu, tidak kebaca nanti bingung. Serahkan suruh doain gitu saja. Kalau suruh baca (kertas), tidak harus seperti itu, ngerepoti itu,” ujar Buya Yahya.

Penjelasan ini menegaskan bahwa praktik menitipkan doa tetap harus memperhatikan kenyamanan orang yang dimintai bantuan.

Dasar Ulama dan Tradisi Sejak Zaman Nabi

Mengutip NU Online, praktik titip doa kepada jemaah haji telah ada sejak masa Rasulullah SAW. Imam Ibnu Bathal dalam kitab Syarh Shahih Al-Bukhari menjelaskan:

Artinya: “Dinamakan Tsaniatul Wada’ karena para sahabat mengantarkan orang yang berhaji dan berperang dan menitipkan kepada mereka [doa],” (juz 5 halaman 241).

Baca Juga  Salah Satu Pelaku Penikaman Nus Kei Ternyata Atlet MMA Berjuluk “Key Bad Boy”

Selain itu, Syekh Ar-Ruhaibani dalam kitab Mathalib Ulin Nuha yang merupakan penjelasan dari Ghayatil Muntaha juga menuturkan pendapat Syekh Abu Bakr al-Ajurry:

“Syaikh Abu Bakr al-Ajurry menuturkan tentang kesunahan mengantar orang haji dan menitipkan juga meminta untuk mendoakannya. Imam Ahmad pernah mengantar ibunya untuk haji”.

Dari berbagai penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa dalam perspektif fikih, menitipkan doa termasuk perbuatan yang mubah bahkan dalam banyak pendapat ulama tergolong amalan yang dianjurkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.