Bongkar Maksud dari Ekspresi Muram Jokowi Saat di Bali, Rocky Gerung Singgung Isu Penundaan Pemilu 2024

oleh -122 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung membongkar maksud dari ekspresi muram Presiden Jokowi saat berpidato di Bali kepada para menteri, kepala daerah, hingga sejumlah anggota TNI dan Polri.

Rocky Gerung menyinggung isu penundaan Pemilu 2024 sebagai maksud dari ekspresi muram Jokowi saat berpidato di Bali.

Rocky Gerung menduga kuat bahwa Jokowi muram karena pihaknya gagal melobi Megawati untuk memuluskan ide penundaan Pemilu 2024, meski disinyalir kuat telah mendapatkan back-up dari Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan.

“Saya kira itu yang membuat Pak Jokowi muram kemarin di Bali, karena mungkin kita bisa bayangkan apa yang terjadi di meja makan itu. Kita bisa duga pasti pertemuan Pak Luhut dengan Mbak Puan yang kemudian dilaporkan bahwa ‘Aduh, kelihatannya bahwa Ibu Mega tetap akan keukeuh’,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Selasa (29/32022).

Rocky Gerung juga menduga kuat bahwa laporan Luhut terhadap Jokowi mengenai kegagalan melobi Megawati beserta Puan Maharani untuk memuluskan penundaan Pemilu 2024 menjadi penyebab orang nomor satu di Republik Indonesia ini muram.

Baca Juga  Partai Gelora Maluku Kecam Tindakan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Namrole

Akan tetapi kata dia, Jokowi masih tetap menaruh harapannya kepada Luhut untuk terus melancarkan berbagai akomodasi dan gerilya politik kepada berbagai pihak demi menghembuskan isu penundaan Pemilu 2024 dan mewujudkannya.

“Kita hanya bisa menduga itu bahwa laporan Pak Luhut menyebabkan Pak Jokowi nggak enak, tapi sekaligus masih berharap supaya operator terbaiknya bisa melakukan akomodasi-akomodasi dan gerilya lagi tuh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rocky Gerung mengungkapkan bahwa Jokowi sudah tak tahan terhadap berbagai penolakan terhadap ide penundaan Pemilu 2024.

Mantan pengajar sekaligus alumni Universitas Indonesia (UI) itu kemudian memberikan rekonstruksi terhadap ekspresi muram Jokowi ketika berpidato kepada jajarannya di Bali dengan nada marah.

Dia menyampaikan, dengan rekonstruksi tersebut publik dapat mengetahui maksud tersembunyi di balik ekspresi muram Jokowi dan Luhut saat berada di Bali.

“Kebetulan Pak Jokowi nggak tahan lagi sehingga dia omelin menteri-menteri itu. Jadi kita bisa rekonstruksi itu sebetulnya, supaya kita tahu kira-kira mengapa dua wajah petinggi itu (Jokowi dan Luhut) sama-sama muram,” ucapnya.

Baca Juga  Peringati HUT RI dan Hari Bhakti, Lanud Pattimura gelar Fun Bike 2018

Rocky Gerung menyimpulkan, ekspresi muram Jokowi diduga kuat dihasilkan oleh kegagalan negosiasi dengan berbagai pihak termasuk PDIP dan NasDem untuk memuluskan penundaan Pemilu 2024.

Filsuf asal Manado itu bahkan juga menyoroti pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang terbilang menohok mengenai isu penundaan Pemilu 2024.

Dia berpendapat, pernyataan Hasto juga turut menyinggung sejumlah pemimpin di tingkat daerah yang sering ‘menjilat’ Jokowi sebagai atasannya demi mengamankan jabatan.

“Kemuraman itu dihasilkan oleh negosiasi yang gagal, sekarang Saudara Hasto bahkan mengungkapkan lebih gila lagi tuh ‘Kami tidak akan menjilat ludah sendiri’, artinya dia juga menyinggung ada pemimpin yang sering menjilat presiden,” tuturnya.

(red/kabar besuki)