BPAN PKAM Honitetu Deklarasikan Sekolah Adat Nudua Siwa

oleh -77 views

Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) PKAM Honitetu mendeklarasikan Sekolah Adat Nudua Siwa pada Senin kemarin.

Kegiatan ini dilakukan melalui hasil musyarawah bersama para tetua adat Honitetu. Sekolah adat Nudua Siwa merupakan tawaran solutif dari pemuda adat untuk melawan dan mengatasi arus modernisasi.

Ketua BPAN PKAM Honitetu Riskon Ihalewey mengatakan, pemuda adat melihat bahwa kondisi adat dan budaya Honitetu sekarang ini mulai terdegradasi. Hal ini yang mendorong kami berinisiatif mengambil bagian untuk mempertahankan kelestarian adat budaya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Lanjut Riskon “Kami mengadakan musyawarah dengan para tetua Adat Negeri untuk membahas hal tersebut sekaligus menawarkan pembentukan sekolah adat sebagai solusi atas kegelisahan ini.”

“Sekolah adat adalah sekolah yang dikembangkan oleh masyarakat adat. Sistem pendidikan dapat disesuikan dengan konteks lokal masing-masing wilayah adat. Kehadiran sekolah adat Nudua Siwa dapat dikembangkan pula sesuai dengan konteks lokal Honitetu. Sekolah ini dapat dijadikan wadah terorganisir yang dituntut mampu mewariskan pengetahuan lokal terhadap generasi Nudua Siwa berikutnya,” jelas dia.

Baca Juga  Politik Mesias Digital

“Sekolah Adat Nudua Siwa akan diterapkan di seluruh kampung-kampung yang berada dalam teritorial kekuasaan (ulayat) atau petuanan adat Honitetu. Honitetu merupakan Negeri cantik di atas awan yang terletak di wilayah pegunungan Pulau Seram-Maluku, tepatnya di Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat. Uniknya, untuk petuanan adat Honitetu, wilayahnya membentang 3 Kecamatan, yaitu: Inamosol, Amalatu dan Kairatu. Negeri cantik ini memiliki sistem pemerintahan yang diperintah oleh Upu Latu, berbahasa wemale, serta masyarakat adat yang mendiami sembilan kampung (Nudu Siwa) petuanan Honitetu, yaitu Honitetu, Uraur, Ursana, Sokowati (Solibatai), Rumahtita, Imabatai, Nui, Nunaya, dan Lakubutui,” ujar dia.