Porostimur.com, Ternate – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Provinsi Maluku Utara melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan menggelar pemutaran karya musik tradisi “Arababu Madadi”, Sabtu malam (08/11/2025), di Kawasan Cagar Budaya Benteng Oranje. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Maluku Utara.
Acara dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Dr. Ir. Fachrudin Tukuboya, ST., MM, Sekda Kota Ternate Dr. Rizal Marsaoly, perwakilan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Kasubag Umum Iwuilani, serta pelaku seni, komunitas, dan masyarakat Kota Ternate.
Sejarah dan Kreativitas di Balik “Arababu Madadi”
Hasan Ali, program manager sekaligus seniman yang memimpin pertunjukan, menjelaskan latar belakang budaya alat musik ini.
“Arababu awalnya berasal dari negeri di Timur Tengah, disebut ‘awan putih’ karena suaranya yang sahdu dan tenang. Di seluruh dunia, penyebarannya luas, namun di Indonesia, hanya Arababu Ternate yang masih diproduksi secara tradisional,” ujar Hasan Ali.
Ia menambahkan proses kreatif pembuatan karya “Madadi” cukup rumit, mulai dari membakar tempurung, melubangi, menyusun senar, hingga merakit dan memainkan alat musik dengan bantuan maestro lokal.









