BPS & BI Malut Apresiasi Program Hilirisasi Harita Nickel

oleh -15 Dilihat

Menurutnya tingkat kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan, namun juga dari kemampuan daya belinya. Khususnya untuk komoditas pangan seperti padi, cabai dan tomat yang harganya fluktuatif dan kerap menyebabkan inflasi.

“Benar penghasilan bertambah, tapi bila komoditas pangan mengalami peningkatan kebutuhan, harganya jadi melonjak karena harus didatangkan dari luar. Namun, saya melihat fakta di lapangan bahwa Harita Nickel secara serius menggarap program pemberdayaan di sektor tani,” terangnya.

Direktur Health and Safety Environment (HSE) Harita Nickel, Tonny Gultom mengatakan perusahaannya semula hanya akan menambang, namun selanjutnya menjalankan industri pengolahan sejalan dengan kebijakan hilirasi pemerintah. Menurutnya kebijakan pemerintah ini memberikan dampak yang besar, karena banyak sekali memberikan nilai tambah.

Baca Juga  37 Sekolah Ikut Turnamen Futsal Wali Kota Cup Goes to School 2026 di Tual

“Aktivitas yang bisa kita lihat hari ini adalah hasil dari yang kami kerjakan dalam lima tahun terakhir. Awalnya kami hanya menambang. Dengan hilirisasi, rencana operasional kami jadi lebih panjang, lebih kompleks dan positifnya, dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat lokal maupun daerah,” terangnya.

Harita Nickel saat ini sedang mengembangkan Kawasan Industri Obi, berbekal izin yang telah dikantongi perusahaan. Tidak hanya kapasitas produksi yang akan bertambah, tapi hasil produksinya juga akan terus didorong semakin ke hilir. Tonny mencontohkan, dari smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang menghasilkan feronikel, ke depan akan diolah lagi menjadi stainless steel.

No More Posts Available.

No more pages to load.