Ancaman Kekeringan dan Karhutla
Selain potensi banjir di wilayah timur, BRIN juga mengingatkan ancaman kekeringan di wilayah selatan Indonesia. Kekeringan ini dinilai berisiko mengganggu lumbung pangan nasional, khususnya di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof. Erma Yulihastin, menegaskan pentingnya langkah mitigasi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Pemerintah perlu mewaspadai dampak kekeringan yang dapat mengancam lumbung pangan nasional di wilayah Pantura Jawa,” ujar Erma dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
Selain itu, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga diperkirakan meningkat di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan selama periode kemarau.
Peluang Produksi Garam
Di tengah potensi bencana tersebut, BRIN juga melihat adanya peluang yang bisa dimanfaatkan, khususnya di wilayah selatan Indonesia yang mengalami musim kering.
Kondisi kemarau yang lebih kering dinilai dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produksi garam nasional, guna mendukung target swasembada garam pada 2026–2027.
BRIN menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi berbagai skenario dampak iklim ini, baik berupa kekeringan, banjir, maupun kebakaran hutan dan lahan, agar risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan. (red)










