Porostimur.com, Jakarta — Wilayah Maluku dan Maluku Utara masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi dan banjir pesisir (rob) pada akhir pekan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini yang berlaku mulai Sabtu (18/4/2026) pukul 07.00 WIT.
BMKG memprediksi tinggi gelombang di sejumlah perairan dapat mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter. Kondisi ini dipengaruhi pola angin di wilayah utara yang bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 9–15 knot, serta angin di wilayah selatan yang bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan yang sama.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa dan Selat Makassar, yang turut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah,” demikian keterangan BMKG.
Perairan Maluku Berisiko
Sejumlah perairan di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku dan Maluku Utara, menjadi wilayah yang perlu diwaspadai. Di antaranya adalah Laut Maluku dan Samudra Pasifik di utara Maluku serta wilayah Papua.
BMKG mengingatkan, kondisi gelombang setinggi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi nelayan dan operator kapal kecil.
“Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas di laut,” imbau BMKG.









