Dengan menyatakan siap menerima konsekuensi, Budi Arie menempatkan pernyataan tersebut sebagai tanggung jawab pribadinya.
Kontroversi ini sebelumnya semakin mengemuka setelah pernyataannya ditafsirkan sebagai sinyal mengenai kemungkinan adanya perubahan politik sebelum 2029.
Namun, hingga kini tidak ada penjelasan dari Budi Arie mengenai apa yang secara spesifik dimaksud dengan “lebih cepat dari 2029”.
Yang kini tersisa adalah pertanyaan mengenai konteks utuh pernyataan tersebut dan apakah ada substansi politik tertentu di baliknya.
Di tengah derasnya potongan video dan tafsir di media sosial, klarifikasi Budi Arie setidaknya memberikan satu garis tegas: pernyataan tersebut disebut sebagai analisis pribadi dan tidak terkait dengan Joko Widodo.
(red/beritasatu)









