Porostimur.com, Merauke – Tokoh perempuan adat Malind, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, dilaporkan sempat hilang kontak setelah dijemput menggunakan jet pribadi milik Jhonlin Group dari Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Beberapa hari setelah itu, Mama Yasinta tiba-tiba muncul di Jakarta dan mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026) untuk membuat laporan hukum terkait film dokumenter investigasi “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”.
Keterangan tersebut disampaikan staf LBH Papua Merauke, Arnoldus Anda, yang menyebut proses penjemputan berlangsung mendadak tanpa sepengetahuan keluarga.
“Mama Yasinta Moiwend dijemput dengan private jet milik PT Jhonlin Group di Wanam dan dikawal oleh Kepala Distrik Ilwayab serta komandan Mandala, berangkat ke Merauke dan langsung ke Jakarta,” ujar Arnoldus dalam keterangan tertulisnya.
Sempat Hilang Kontak
Arnoldus mengungkapkan, sejak keberangkatan tersebut, keluarga tidak dapat menghubungi Mama Yasinta hingga beberapa hari kemudian.
“Keluarga semua tidak tahu dan hilang kontak sampai tanggal 29 Mei 2026. Tiba-tiba Mama muncul di media sosial dan pemberitaan nasional terkait laporan ke Polda Metro Jaya,” katanya.
Mama Yasinta diketahui datang ke Polda Metro Jaya didampingi sejumlah kuasa hukum untuk melayangkan pengaduan resmi. Namun hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai materi laporan yang diajukan.









