Nilai-nilai seperti gotong royong, solidaritas sosial, dan persatuan dalam keberagaman menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat.
Momentum Pelestarian Budaya dan Pariwisata
Festival Ketupat tahun ini menjadi pelaksanaan yang kelima sejak pertama kali digelar pada 2022. Dalam perjalanannya, kegiatan ini terus berkembang dan mendapat sambutan luas dari masyarakat maupun pengunjung.
Selain mempererat silaturahmi antarwarga, festival ini juga menjadi ruang promosi budaya lokal dan potensi pariwisata di wilayah Leihitu.
Pemerintah Provinsi Maluku pun berharap kegiatan ini dapat terus berkembang menjadi agenda wisata unggulan berbasis budaya.
“Perbedaan yang kita miliki bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita dalam membangun Maluku yang maju dan sejahtera,” lanjutnya.
Partisipasi Meningkat, Puluhan Ribu Ketupat Disajikan
Usai pembukaan, Sekda Maluku bersama rombongan meninjau stan-stan festival dan menikmati sajian ketupat serta aneka hidangan khas yang disiapkan masyarakat.
Tahun ini, festival mencatat peningkatan partisipasi dengan total 48 stan dan 40.552 ketupat yang disajikan kepada pengunjung, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Nita Bin Umar, jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.









