“Hal ini menunjukan betapa pentingnya diciptakan pembangunan yang merata dan berdaya saing dalam
situasi kekinian, terkhusus Kabupaten Pulau Morotai,” timpalnya.
Umar Ali bilang, agar terciptanya kondisi daerah yang kondusitif, mengingat di tahun 2024 merupakan tahun politik dimana Pemilu serentak dilaksanakan, situasi politik ini perlu diantisipasi dengan tetap menjaga dan meningkatkan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik agar keberlangsungan pembangunan tetap terjaga.
Selain politik, ketahanan pangan dan energi telah menjadi isu strategis yang berkembang ditingkat nasional, bahkan di tingkat global.
“Secara regional di Maluku Utara, terdapat beberapa tantangan dalam pemenuhan pangan penduduk, yaitu, ketidakpastian situasi global, perubahan iklim/cuaca ekstrim/kekeringan, banjir, pandemi covid-19 serta disrupsi pasokan dan inflasi. Kita perlu menjaga agar ketahanan pangan dan energi agar tidak mudah terguncang oleh gejolak kenaikan harga pangan dan energi global,” paparnya.
Umar menambahkan, untuk menjawab tantangan pada isu ekonomi, perencanaan pembangunan daerah Pulau Morotai di tahun 2023-2026 telah dirumuskan strategi peningkatan ketahanan ekonomi dengan arah kebijakan menjaga stabilitas kebutuhan pokok dan meningkatkan diversifikasi pangan masyarakat.





