Buka MTQ Tingkat Provinsi di Buru, Gubernur Ingatkan Dewan Hakim Profesional dan Jujur

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Buru : Gubernur Provinsi Maluku, Irjen (Pol). Drs, Murad Ismail, secara resmi, membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVIII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2019, di alun-alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (14/6) malam.

MTQ akan berlangsung hingga 21 Juni mendatang, diikuti 885 peserta dari 11 kabupaten/kota se Maluku.

Pembukaan MTQ diawali dengan defile kontingen peserta dari sebelas kabupaten/kota di Maluku, kemudian dilanjutkan dengan pemukulan beduq oleh gubernur Maluku. Turut mendampingi Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Fesal Musaad, Bupati Buru, Ramli Umasugi, Ketua LPTQ Maluku, Ismail Usemahu dan Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo.

Dalam sambutannya, gubernur mengatakan, pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti MTQ atau Seleksi Tilawatul Qur’an (STQ) mempunyai posisi yang sangat vital dan strategis dalam rangka pembangunan mental spiritual atau akhlak bangsa.

Hal ini dikarenakan, agama dengan kitab sucinya merupakan sumber pengetahuan dan nilai yang mengajarkan tentang mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang sejati dan mana yang palsu serta mana yang pantas dan mana yang tak pantas.

Baca Juga  Lebaran, 53 napi Lapas Klas IIB Manokwari kantongi remisi

Untuk itu, Murad Ismail mengajak seluruh rakyat Maluku, agar kegiatan MTQ dijadikan sebagai ajang refleksi, berdzikir dan bertafakkur guna pembangunan akhlak dan peradaban.

“Kita jangan hanya terjebak pada serimonial kegiatan saja, tetapi sejatinya kita harus berlomba atau bermusahabah untuk punya kualitas yang terbaik. Bukan hanya dalam arena MTQ ini, tetapi juga bermusabaqah atau berlomba dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi yang terbaik, yaitu: terbaiknya akhlaknya, terbaik SDM-nya, terbaik amal shalehnya, terbaik kesehatannya, dan terbaik kesejahteraannya, sebagaimana tema MTQ XXVIII yaitu: “Implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam Membangun Masyarakat Maluku Yang Relegius, Rukun dan Damai,” ujar gubernur.

Dalam konteks tema tersebut, papar gubernur Murad, maka pelaksanaan MTQ sejatinya, harusnya mampu meninggalkan jejak-jejak peradaban yang ditandai dengan terjadinya perubahan pola pikir, kebiasaan atau pola hidup, dan karakter, yaitu dari pemikiran yang sempit kepada pemikiran yang terbuka dan maju, dari pola hidup kekerasan kepada kehidupan yang lebih rukun dan damai.

Lebih jauh, Murad mengatakan, dari pola hidup yang malas, masa bodoh, tidak teratur, dan suka merusak kepada kehidupan yang lebih disiplin, lebih peduli, teratur (kalesang), dan pro kehidupan.

Baca Juga  Diduga Terlibat Prostitusi Online, Polres Bitung Amankan Seorang Wanita

Dari kehidupan yang otoriter dan individualis kepada kehidupan yang lebih demokratis dan bersahabat, dari keterbelakangan dan kemiskinan kepada kehidupan yang maju dan sejahtera, dan dari kebodohan menjadi masyarakat yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

Dirinya berharap, dengan kemuliaan dan kemukjizatan Al’Qur’an yang dibacakan dengan alunan suara yang indah, ditulis dengan karya seni yang tinggi, ditafsirkan dengan nalar yang tinggi, kebeningan jiwa dan kelapangan hati, pada MTQ ini, akan dapat melahirkan generasi Qur’ani, yaitu generasi yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial, dan kecerdasan spiritual, sebagai modal sosial untuk membangun daerah sesuai visi Pembangunan Maluku.

“Untuk itu, marilah Pemda di Kabupaten-Kota serta Kanwil Kemenag dan jajaranya sebagai ujung tombak kita beri porsi anggaran pembinaan yang pantas. Tingkatkan kualitas pembinaan yang lebih profesional dan bermutu”, harap gubernur.

Gubernur juga mengingatkan Dewan Hakim untuk bekerja dengan profesional dan obyektif dalam melaksanakan tugas.

“Terhadap para ketua dan anggota dewan hakim, di pundak kalianlah kita bisa mendapatkan bibit-bibit terbaik untuk menjadi duta daerah ini. Untuk itu, jadilah dewan hakim yang profesional, adil, jujur, dan bertanggung jawab”, tandas gubernur.

Baca Juga  Lagu Baru Avril Lavigne Picu Kemarahan Penggemar Kristiani

Sementara itu, Ketua panitia pelaksanaan MTQ XXVIII, Junaidi Rupelu, dalam laporannya, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti MTQ sebanyak 885 dari 11 kabupaten/kota, dengan peserta terlengkap dari kabupaten Seram Bagian Barat, peserta terbanyak dari Kabupaten Buru, sedangkan peserta cukup dan belum bercita cita menjadi juara umum tetapi memiliki optimisme besar untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi Maluku tahun 2021 adalah kabupaten MBD dan Kabupaten Kepualaun Tanimbar.

Jelasnya, ada sembilan mata lomba dalam MTQ ke-XXVIII, diantaranya adalah, Tilawah Al’ Quran, Tafsir Al’ Qur’an, Hifz Al’Quran, Fahm Al’Quran, Karya Tulis Ilmiah Al’quran, Debat Ilmiah Kandungan Al’quran dalam bahasa Arab, Karya Ilmiah Al’Quran dalam bahasa Inggris.

Dirinya berharap, MTQ. yang berlangsung di bumi bupolo dapat memasyarakatkan Al’Quran melalui peningkatan pemahaman, pendalaman dan pengamalan isi kandungan Al’Quran dalam kehidupan sehari hari, serta meningkatkan keimanan dan ketakawaan kepada Allah SWT, khususnya dikalangan generasi muda. (red)