Nilai Tukar Petani alami penurunan

oleh -41 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Selang Mei 2019, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku secara rata-rata mengalami penurunan sebesar 0,61% dibandingkan April 2019.

Jumlah ini mengalami penurunan dari 100,84 (April 2019) menjadi 100,22 (Mei 2019).

Hal ini dibenarkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Beberapa waktu lalu.

Angka dimaksud, akunya, disesuaikan dengan hasil pemantauan harga–harga perdesaan di 42 kecamatan yang ada di Provinsi Maluku.

Link Banner

”Penurunan NTP terjadi karena sekalipun indeks harga hasil produksi pertanian mengalami peningkatan sebesar 0,20 persen, namun masih lebih rendah dari peningkatan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani maupun untuk keperluan produksi pertanian yang tercatat sebesar 0,82 persen,” ujarnya.

Baca Juga  Galeri Timnas U-19 Siapkan Cara Berbeda Untuk Lawan Vietnam

Menurutnya, penurunan NTP pada bulan Mei 2019 secara berurut disumbangkan oleh turunnya NTP pada subsektor tanaman pangan sebesar 2,24%, subsektor perikanan khusus kelompok perikanan budidaya sebesar 2,17%, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,89% dan subsektor tanaman hortikultura sebesar 0,47%.

”Sedangkan subsektor perikanan mengalami peningkatan NTP sebesar 1,92 persen yang disumbangkan oleh peningkatan pada kelompok perikanan tangkap sebesar 2,76 persen, diikuti subsektor peternakan sebesar 0,72 persen,” jelasnya.

Jika dibanding April 2019 yang tercatat sebesar 99,31, jelasnya, NTP Provinsi Maluku tanpa subsektor perikanan, jelas Hutauruk, juga mengalami penurunan pada Mei 2019 sebesar 0,94%.

”Jika dibandingkan dengan NTP Nasional Mei 2019, maka NTP Provinsi Maluku berada 2,39 poin di bawah level NTP Nasional yang tercatat sebesar 102,61,” tegasnya.

Baca Juga  Sambut Ramadhan, Polda Maluku gelar Tabligh Akbar

Ditambahkannya, Indeks NTP yang diperoleh dari perbandingan Indeks Harga Yang Diterima Petani terhadap Indeks Harga Yang Dibayar Petani (dalam persentase), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.

”NTP juga menunjukkan daya tukar atau term of tradding dari harga produk pertanian dengan harga barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli/daya tukar petani,” pungkasnya. (keket)