Bukan Tentang Mahasiswa yang Kehilangan Kompas, Melainkan Mereka yang Merasa Paling Tahu Arah

oleh -33 views

Bukan dari barisan mana seseorang datang, melainkan apakah argumentasinya mampu bertahan ketika berhadapan dengan fakta dan akal sehat. Sebab demokrasi tidak memerlukan manusia-manusia yang mengaku tanpa keberpihakan.

Demokrasi memerlukan keberanian untuk mengakui keberpihakan masing-masing, lalu membiarkan argumentasi diuji secara terbuka oleh publik.

Dengan cara itulah perdebatan tetap jujur. Dan dengan cara itulah kritik kepada mahasiswa, sebagaimana kritik dari mahasiswa, dapat dibaca sebagai bagian dari kontestasi gagasan yang wajar—bukan sebagai kebenaran yang turun dari tempat yang dianggap bebas dari kepentingan.

Di situlah letak perdebatan yang sehat. Bukan dengan mempertanyakan kesadaran para pengkritik, melainkan dengan menguji argumentasi mereka satu per satu secara terbuka.

Sebab demokrasi tidak pernah meminta semua orang berpikir sama. Demokrasi hanya meminta agar setiap gagasan diuji dengan ukuran yang sama: akal sehat, argumentasi yang jernih, dan keberpihakan yang sungguh-sungguh kepada rakyat. (**)

Baca Juga  Tuding Gubernur Malut Sebar Hoaks Soal Gaji PPPK, Muslim Arbi Desak Klarifikasi Terbuka

No More Posts Available.

No more pages to load.