Cakrawala Senja

oleh -475 views

Oleh: Yudi Latif, Pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan

Saudaraku, senja datang perlahan, merangkai langit dengan jingga, merah, dan ungu yang tak bisa ditangkap mata, hanya bisa disimpan di dalam jiwa. Ia bukan sekadar waktu yang berlalu, tetapi napas hidup yang menua, pengingat bahwa segala sesuatu akan menemukan akhirnya. Betapapun malam akan segera menjemput, senja terlalu berharga untuk dilewatkan tanpa rasa syukur. Setiap berkas cahaya yang memudar adalah pelajaran: keindahan tidak abadi, namun selalu layak dirayakan.

Dalam lembayungnya, kita belajar menghitung bukan hari yang tersisa, tetapi makna dari setiap langkah yang telah dilalui. Senja mengajarkan kita menerima waktu yang berjalan, mengajarkan bahwa kehilangan dan kepedihan adalah bagian dari harmoni yang lebih besar. Dan ketika gelap mulai merangkak turun, ia tidak menakutkan. Malam hanyalah tirai yang menyelimuti, bukan penutup.

Baca Juga  Protes Pemindahan Sidang Eks Brimob Maut ke Ambon Memanas, Kapolres Tual Diteriaki “Pembohong”

Malam menjemput dengan sunyinya, membawa sepi dan bayangan, tetapi juga ruang untuk merenung, untuk menyalakan lentera hati yang tak terlihat di siang hari. Semakin tabah kita menyusuri malam, semakin kita memahami arti harapan. Harapan itu bukan sekadar menunggu fajar, tetapi menemukan keberanian di setiap langkah berat, kehangatan di setiap ketakutan, dan cahaya di tengah kesunyian.

No More Posts Available.

No more pages to load.