Catatan Hari Jadi Tidore: Dari Pertempuran Uclés Ke Revolusi Nuku

oleh -219 views
Link Banner

Oleh: Hasby Yusuf, Kolumnis, Redaktur Eksekutif Porostimur.com

HARI JADI TIDORE ditetapkan pada tanggal 12 April dengan tahun 1108 sebagai portal penanda usia yang dihitung ketika Sultan Muhammad Nakel memerintah. Atau dalam catatan Kesultanan Tidore menyebutkan berdirinya Kerajaan Tidore terhitung sejak Jou Kolano Sjah Jati naik tahta.

Tanggal 12 April sendiri adalah penanggalan untuk mengenang Heroisme Sultan Nuku atau yang dikenal dengan sebutan Sultan Said’ul Jehad Muhammad Amiruddin Syah Kaicil Paparangan Jou Barakati saat menggelorakan revolusi untuk penaklukan Tidore dari penjajah. Peristiwa tersebut terjadi tepat pada tanggal 12 April 1797.

Diceritakan pagi itu, armada yang dipimpin oleh Sultan Nuku mengepung Tidore dari berbagai penjuru. Di atas anjungan kapal Resource, Nuku memimpin langsung pendudukan atas Tidore, yang saat itu masih dikuasai oleh adiknya sendiri, Sultan Kamaluddin. Nuku mengirim utusan menghadap Sultan Kamaluddin, menyampaikan pesan agar Kamaluddin menyerahkan takhta Sultan Tidore kepadanya.

Angkatan laut Nuku yang terdiri dari 79 kapal dan sebuah kapal Inggris muncul di Tidore. Lewat serangan massif, Tidore akhirnya bisa direbut. Dan satu hal yang perlu dicatat bahwa dalam Revolusi Nuku atau Revolusi Tidore ini, tak ada perlawanan dan pertumpahan darah di bumi Tidore. Nuku pun dinobatkan sebagai Sultan Tidore dan diserahi gelar sebagai Jou Barakati atau “Tuan yang Selalu Diberkati”. Orang-orang Inggris, yang mendukung perlawanan Nuku terhadap Belanda, menjulukinya “The Lord of Fortune.”

Baca Juga  Seniman Maluku Bikin Lagu untuk Pahlawan Corona

Sementara itu dibelahan bumi lain, di Andalusia Spanyol tepatnya di Uclés pada tanggal 29 Mei 1108 (2 pekan sebelum Revolusi Nuku di Tidore) dalam periode Reconquista, pasukan Almoravid Muslim di bawah pimpinan Tamim ibn-Yusuf mengalahkan pasukan Kastilia dan León di bawah pimpinan Alfonso VI.

Antara Uclés dan Tidore puluhan ribu mil jaraknya, adakah hubungan antara dua peristiwa ini? Tentu saya belum memiliki referensi tentang hubungan pertempuran Uclés dan Revolusi Tidore, tetapi perlu dicatat bahwa kerajaan Spanyol punya saham kolonialisme di bumi Tidore dan sekitarnya. Dan dalam perspektif sejarah permusuhan antara kekuatan Islam dan Kresten juga berakar dari Bumi Andulisia Spanyol. Sepertinya Halnya Tamim Ibn Yusuf, Nuku juga mengusung spirit Islam dalam jihad pembebasan Tidore dan Maloku Kie Raha.

Pada tahun 1108, portal sejarah tak hanya menulis tentang pembentukan emperium Kesultanan Tidore. Dunia bahkan mencatat bahwa bersamaan dengan tahun pembentukan Kesultanan Tidore ada peristiwa tragis di Aleppo, dan pembakaran 3 juta buku di perpustakaan Kekhalifaan damaskus oleh pasukan salib. Bahkan di tahun 1108 dunia dalam catatan sejarah banyak terjadi bencana besar yang mengubah wajah peradaban.

Baca Juga  Ratusan Personil Yonarmed Jember Dikirim ke Maluku Utara

Di Amerika 12 April 1861 pecah perang saudara yang menandai Revolusi Amerika. Bahkan pada 1108 dimulainya Penggunaan kelender gregorian menggantikan kelender julian. Lalu apa hikmah sejarah dari Hari Jadi Tidore? Tahun 1108 dan 12 April 1797 telah lampau, kurang lebih 9 abad yang lalu. Bahwa kita mengenang masa lalu bukan karena romantisme belaka. Tetapi sejarah sesungguhnya adalah jendela masa depan. Bagi saya, hanya mereka yang mengetahui sejarah yang akan mampu menulis masa depan negerinya.

Kepala daerah di negeri ini dari walikota, bupati hingga gubernur Maluku Utara, kalian tak dituntut untuk berperang sebagai Nuku dan para Sultan terdahulu. Penjajahan secara politik militer asing memang tak ada lagi. Tetapi secara ekonomi kita masih terjajah. Negeri ini masih terus mengulangi kesalahan yang sama, membiarkan sumberdaya alam terus dirampok oleh kekuatan oligarki.

Baca Juga  Lennon Stella Datang Lagi Dengan Single Barunya, ‘Bubble’

Seperti Nuku, para kepala hrs berani memimpin, membebaskan negeri ini dari perampokan asing bertameng investasi. Tidak perlu mengarahkan armada perang sebagaimana Nuku, kalian cukup cap dan tandatangan atas nama pemerintah untuk melawan sentralisme ekonomi yang digerakkan oleh para oligarki dan elit pusat yang serakah. Jika kalian tak bisa melakukannya maka sama dengan kalian tak faham sejarah dan Heroisme para sultan yang memuliakan negeri ini.

Saya berharap di Hari Jadi ke 914, Tidore makin meneguhkan identitas sebagai Kesultanan Islam dan Emperium Peradaban. Spirit Sultan Nuku dan Revolusi Tidore tidak bisa ditafsirkan sekedar enclave geografis, tetapi patut ditarik dalam konstalasi peristiwa besar dunia. Hanya dengan itu kita akan bisa menemukan spirit perubahan, kemajuan dan tentu saja prinsip moral, etik dan universalisme Islam dan kemanusiaan secara membumi di jazariah ini. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.