Catatan HUT Ke-50 Malari: Makzulkan Jokowi

oleh -611 views

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle

Hari ulang tahun ke 50 Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) di Taman Ismail Marzuki, hampir berakhir ricuh kemarin. Panggung yang sejak awal disemangati lagu-lagu Iwan Fals dilanjutkan dengan diskusi “Pertahankan Demokrasi”.

Hersubeno Arif sebagai moderator memandu Dr. Chudri Sitompul, Dr. Sidratahta Muchtar dan Dr. Zainal. Diskusi mulai dengan pembedahan kehancuran demokrasi di tangan Jokowi terkait keterlibatan Jokowi meloloskan Gibran, anaknya, jadi Cawapres. Menurutnya, pelanggaran etik ketua MK ketika itu sudah menunjukkan bahwa Gibran merupakan cawapres yang tidak legitimate untuk sebuah demokrasi. Ada pengkhianatan terhadap konstitusi di sana.

Diskusi berlanjut kemudian dengan Sidratahta berbicara. Sebagai alumni doktoral UI dan periset di Indonesia Democracy Monitoring (Indemo), Sidra memastikan demokrasi ditangan Jokowi telah hancur. Demokrasi yang sejak awal berusaha mengambil peran penting dalam sistem sosial politik kita akhirnya kalah dengan potik kepentingan, khususnya kepentingan keluarga.

Ketika diskusi terasa terlalu monoton, peserta diskusi mulai marah. Teriakan-teriakan dari peserta meminta moderator segera mengubah arah diskusi agar lebih konkrit pada gerakan, yakni bagaimana memakzulkan Jokowi.

No More Posts Available.

No more pages to load.