Catatan Kritis untuk IKAPATTI

oleh -75 views

Secara jujur, kita harus mengakui, Mubes IKAPATTI Ke-I ini adalah sebuah langkah yang terlambat, sebab Universitas Pattimura sebagai campus of excellent, tertua (oldest) dan terbesar (bigest) di Maluku, baru mampu mengkonsolidasikan sumber daya alumninya untuk berhimpun dalam satu organisasi. Bahkan kalah start dari kampus lokal lainnya, semisal Universitas Darussalam atau IAIN. Memang IKAPATTI telah terbentuk beberapa tahun silam, tapi baru terlaksana Mubes ke-I di tahun ini.

LOMPATAN IKAPATTI

Walaupun Mubes ke-I IKAPATTI dirasa terlambat, namun langkah-langkahnya harus gesit memberikan kontribusi kepada kemajuan Daerah, Bangsa dan Negara. Sebagaimana doktrin Tridharma Perguruan Tinggi, yakni; Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian Kepada Masyarakat.

Baca Juga  Ada Apa dengan BPOM Sofifi? Hasil Uji Dua Krem Diduga Berbahaya Tak Kunjung Dipublis

Hemat penulis, sebagai organisasi yang baru eksis, IKAPATTI harusnya banyak belajar dari berbagai organisasi Alumni Universitas yang telah duluan membesar di Indonesia, semisal ILUNI UI, KAGAMA UGM, IA ITB, IKA UNHAS dan lainnya. Para organisasi alumni ini telah berhasil memainkan peran strategis, mendistribusikan para alumninya di berbagai lini pengabdian bangsa.

Eksistensi IKAPATI harus melompat. Secara internal, harus cepat mengkonsolidasi dirinya membentuk berbagai cabang-cabang alumni di seluruh Indonesia, bahkan Dunia, dimana berbagai alumninya tinggal dan berdiaspora. Ini bukan untuk tujuan politik, tetapi lebih pada menyatukan energi alumni, agar bisa berbuat lebih untuk membangun Kampus Unpatti agar lebih maju dan modern. Kekuatan IKAPATTI terletak pada sejauh mana bisa menghimpun kekuatan alumninya, bukan untuk ajang reuni semata, tapi tempat berdialektika dan berkonsensus untuk tujuan yang lebih besar. Jika tidak, maka lKAPATTI tak lebih dari kumpulan organisasi primordial yang seringkali digiring pada momentum politik praktis semata.