Catatan Kritis untuk IKAPATTI

oleh -77 views

Secara eksternal, IKAPATTI harus menjadi supporting atau bridging dalam mengerakan dan mendistribusikan alumninya untuk berkembang dan mengisi pos-pos strategis dibangsa ini. IKAPATTI harus meniru pola berbagai organisasi Yahudi, dimana kekuatan networking adalah yang utama. Yahudi berhasil menguasai dunia, lewat jaringannya yang solid. Diaspora turunan Yahudi diseluruh dunia adalah kunci.

Iniilah yang menjadi titik lemah orang Maluku sulit berkembang pada level Nasional. Seperti disampaikan Rektor Unpatti, Prof. MJ. Sapteno, pada sambutan IKAPATTI; Orang Maluku masih didominasi karakter “katang”, saling menarik kebawah dan menjatuhkan. Kultur negatif ini harus diputus oleh IKAPATTI. Sesama alumni Unpatti harus saling merangkul dan membesarkan.

Sistem pendataan anggota IKAPATI harus juga diperluas, bukan saja terbatas pada Alumni S1, tapi juga S2 dan S3 yang berkuliah di Unpatti juga harus dihimpun. Saya kebetulan adalah anggota ILUNI UI dari jalur S2 Fisip UI. Pernah memilih Ketua Umum ILUNI UI, lewat sistem e-voting yang sangat demokratis.

Baca Juga  Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Sepekan Sudah 15 Kali Letusan

Kedepan, IKAPATTI harus berani merubah sistem electionnya dari system of delegation, ke one man one vote system. Belajar menerapkan e-voting, agar semua alumni Unpatti (S1, S2, S3) punya hak yang suara yang sama. Sebab model system pemilihan yang dipakai saat Mubes ke-I kemarin tak cocok dan bahkan ketinggalan zaman untuk organisasi Alumni Universitas. Serta akan berdampak pada partisipasi alumni untuk aktif dalam IKAPATTI.