“Ayah saya meminjam sekitar 2 juta yen dan mengirim saya untuk belajar di luar negeri. Jadi saya bekerja setiap hari selama tahun pertama untuk membayarnya kembali, tetapi karena Corona, pergeserannya menurun dari dua tahun lalu,” ungkap W.
Selain itu menurut W, nilai mata uang yen Jepang telah melemah sehingga menjadi lebih murah selama setahun terakhir ini.
“Jadi saya tidak dapat membayar utang saya kecuali saya mendapatkan lebih banyak uang lagi. Ketika saya dalam kesulitan, seorang gadis Jepang di universitas mengajari saya tentang situs aktivitas papa katsu tersebut,” papar W lebih lanjut.
Karena perlu tambahan dana, W berpikir untuk menceburkan dirinya ke dalam kegiatan papa katsu. Ternyata mendapatkan lebih dari yang diharapkan.
“Saya bertemu tiga pria di situs dalam “hubungan dewasa” secara teratur, dan tunjangan bulanan sekitar 250.000 hingga 300.000 yen. Ini lebih dari dua kali lipat pendapatan klub kabaret. Dari jumlah tersebut, saya mengirim sekitar 100.000 yen ke Indonesia ke keluarga setiap bulan untuk pembayaran utang dan biaya hidup keluarga,” ujarnya.
W sebelumnya ternyata pernah bekerja di klub kabaret (kyabakura) di Jepang.
Tidak hanya itu, dia mengatakan bahwa dia memulai bisnis dengan uang yang dia dapatkan dari ayahnya.










