“Liputan dari serangan ini jauh lebih sulit dari sebelumnya. Pengeboman ada di mana-mana, dan jenis senjata yang digunakan berbeda-beda,” kata fotografer berusia 33 tahun itu.
Abu Elouf, seorang ibu dari empat anak ini mengatakan bahwa meninggalkan anak-anaknya adalah “titik lemah”-nya.
“Ini sungguh berat untuk meninggalkan anak Anda sendiri, ketika mereka sangat ketakutan atas suara bom yang keras di sekitar mereka,” ungkapnya.
Beberapa hari yang lalu, Abu Elouf dan keluarganya mengevakuasi rumah mereka, setelah rudal Israel menghantam rumah tetangga mereka.
“Itu adalah saat-saat yang mengerikan. Anak-anak saya menangis dan kami meninggalkan rumah secepat mungkin. Rumah saya rusak parah akibat pemboman itu. Pecahan peluru dari rudal menembus atap,” kata Abu Elouf.
(red/kompas.com)




