
Rahantan mengaku, pekerjaanya sehari-hari berjualan di rumah, seorang pedagang yang setiap harinya berjualan di kiosnya.
“Pekerjaan saya sehari hari jualan juga di kios, tapi setiap Ramadaan saya jualan takjil di sini sedikit sedikit. Kalau di kios juga saya jualan kue susu,” terangnya.
“Kue ini saya buat sendiri dengan modal baru Rp 200 ribu, nanti jual dulu ada modal baru saya tambah menu lagi untuk jualan disini pada besoknya,” ujar Masna.
“Kue yang dijual bermacam-macam ada kue srikaya bakar ,kue lapis, kue lumpur, bolu, madona, pulut, juga kurma dan kolak,” tutup Rahantan.
Hal senada juga disampaikan dua anak perempuan yang berjualan takjil di sebelahnya, Mereka mengatakan bahwa modal untuk jualan takjil mereka Rp 200 ribu lebih.
“Kami jual satu mika kue harganya Rp10.000 dan ini kue kami buat sendiri dengan modal Rp 200 ribu lebih,” kata Rosita Retob.
“Kue dan es yang kami jual di sini bermacam-macam. Ada es pisang ijo, bubur beras merah, kue lontar, onde-onde, waji, gogos, dan asida. Dari semua yang dijual yang paling laku asida,” tutupnya. (Dewi Sirwutubun)










