Porostimur.com, Jakarta – Rentetan kasus pembunuhan misterius yang terjadi di Halmahera sejak 1985 hingga kini kembali menjadi sorotan di parlemen. Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty, mendesak negara segera mengambil langkah konkret dengan membentuk tim gabungan untuk mengusut tuntas berbagai kasus yang hingga kini belum terungkap.
Desakan tersebut disampaikan menyusul banyaknya laporan masyarakat adat dari Halmahera Tengah dan Halmahera Timur yang mengeluhkan belum adanya kepastian hukum atas kasus-kasus kehilangan nyawa warga.
“Tadi saya juga memberikan catatan agar dibentuk tim bersama, baik dengan Kementerian Hukum HAM, Komnas HAM, maupun TNI-Polri, untuk mengusut tuntas apa persoalannya dan menyampaikannya kepada publik,” ujar Saadiah di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (18/6/2026).
Aspirasi Masyarakat Adat Menguat
Saadiah menjelaskan, kehadiran Aliansi Fogogoru di DPR RI menjadi bukti kuat bahwa persoalan ini bukan isu baru, melainkan akumulasi panjang dari keresahan masyarakat.
Menurutnya, keluarga korban selama puluhan tahun masih menanti kejelasan atas berbagai kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah tersebut.
“Utusan masyarakat dari Halmahera Tengah dan Halmahera Timur menyampaikan bahwa sejak 1985 hingga 2026, sebagian besar kasus pembunuhan belum ditemukan motifnya. Hanya dua kasus yang sejauh ini terungkap,” ungkapnya.









