Skenario Jingga dan Senja Jogja

oleh -634 views

“Kok Kak Senja bisa disini”, tanyaku, dirinya hanya tersenyum kecil seperti menyembunyikan sesuatu,
“Ya.. lagi gabut aja sih, lagian juga kamu kenapa kesini”, tanyanya balik, ‘malah tanya balik!’, batinku, dan dari situ pembicaraan kami mulai bergulir kesana kemari,

Nabastala Senja, begitu nama lengkapnya, kakak kelasku waktu aku masih menduduki bangku SMA, aku bisa menyebutnya sebagai salah satu teman dekatku, seingatku dulu perawakannya tidak seperti sekarang, walaupun harus aku akui paras tampan yang dimilikinya tidak pernah berubah, ada satu momen yang tidak sanggup aku lupakan perkara kak Senja, waktu itu aku kelas 11, kak Senja kelas 12, kak senja mengungkapkan perasaan suka yang dimilikinya kepada diriku, aku hanya terdiam, menatap mata teduh laki laki itu, aku tidak mampu menjawab apa apa, ingin sekali aku menangis, bukankah dia tahu aku sudah mempunyai kekasih?, kenapa dia malah mengungkapkan perasaan yang dirinya miliku kepadaku, bukankah banyak perempuan diluar sana selain aku, perempuan yang bahkan belum mempunyai kekasih, saat itu, pada akhhirnya aku menolaknya, aku tertunduk setelah mengatakan kata penolakan itu, dia hanya tersenyum kecil,

Baca Juga  UEFA Tunjuk Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions 2025/2026

“Tenang.., aku nggak pernah merasa menyesal telah ngomongin perasaanku ke kamu, aku tau kamu udah punya pacar, aku juga sudah memperkirakan kamu bakal ngomong gitu, yang penting kamu sudah denger perasaanku itu sudah buat aku lega..”, ucapnya sembari tertawa pelan, aku hanya terdiam, merasa sebagai orang yang melukai orang lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.