China Dukung Rusia Lawan Ukraina dan NATO

oleh -4 Dilihat

Porostimur.com, Beijing – China memberikan dukungan politik cukup besar di belakang Rusia dalam kebuntuan Presiden Vladimir Putin dengan Ukraina . China menggambarkan NATO sudah usang dan menyerukan Barat untuk mempertimbangkan “masalah keamanan sah Moskow.

Pada konferensi pers, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menyebut NATO sebagai sisa Perang Dingin.

“Sebagai aliansi militer terbesar di dunia, NATO harus meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis yang ketinggalan zaman, dan melakukan hal-hal yang kondusif untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas,” ujar Lijian.

“China dengan tegas menentang semua jenis klik kecil,” tambahnya seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (27/1/2022).

Ia lantas meminta para pihak untuk sepenuhnya mempertimbangkan masalah keamanan sah satu sama lain, menghindari antagonisme dan konfrontasi, dan menangani perbedaan dan perselisihan dengan benar melalui konsultasi yang setara atas dasar saling menghormati.

Baca Juga  Bahlil Ungkap Lokasi Lima IUP Tambang Bernilai Rp5.400 Triliun, NTB dan Papua Masuk Daftar

Keputusan Beijing untuk memihak secara terbuka muncul ketika sekitar 100.000 tentara Rusia dan persenjataan berat berkumpul di perbatasan timur Ukraina. Moskow mengatakan tidak berniat untuk menyerang, Kiev mengatakan postur kekuatan Rusia saat ini tidak cukup untuk invasi skala penuh.