City Gallery Didorong Jadi Ruang Hidup Sejarah, Budaya dan Ekonomi Kota Pusaka

oleh -13 Dilihat
Gagasan menjadikan City Gallery bukan sekadar ruang pajang sejarah, tetapi sebagai ruang hidup yang mempertemukan memori, pengetahuan, budaya, masyarakat hingga kekuatan ekonomi kota, mengemuka dalam Seminar Nasional “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Identitas Kota Pusaka”.

Arsip, Ekonomi dan Gagasan One City, One City Gallery

Dari perspektif kearsipan, Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI Dr. Andi Abubakar mengatakan arsip bukan sekadar dokumen lama.

Arsip merupakan bagian dari memori kolektif sekaligus bukti autentik perjalanan sebuah daerah.

Karena itu, penguatan pengelolaan arsip statis dan digitalisasi menjadi bagian penting dalam membangun City Gallery.

Kota Ternate sendiri telah menjadi simpul Jaringan Informasi Kearsipan Nasional sejak 2020 dan telah mengunggah sebanyak 1.865 arsip.

ANRI juga melihat potensi arsip sejarah Ternate untuk dikembangkan menjadi bagian dari Memori Kolektif Bangsa melalui koleksi “Citra Ternate dalam Arsip”.

Selain itu, terdapat rencana pembangunan Pusat Khasanah Kearsipan Maritim Nusantara di Kota Ternate yang berpotensi diintegrasikan dengan pengembangan City Gallery.

Baca Juga  Diduga KDRT dan Telantarkan Istri-Anak, Bripka AZ Terancam Sanksi Etik hingga Dipecat

Sementara dari sisi ekonomi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila melihat pusaka Ternate sebagai modal ekonomi yang dapat dikembangkan tanpa kehilangan identitasnya.

Rempah, kuliner tradisional, seni pertunjukan, musik, kerajinan hingga produk budaya lainnya dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif.

Namun, pengembangan tersebut tetap harus menjaga keaslian tradisi dan kelestarian lingkungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.