Berikut ketentuan batasan harga jual eceran (HJE) dan tarif cukai per batang atau gram rokok buatan dalam negeri yang berlaku mulai 1 Januari 2024:
Sigaret Kretek Mesin (SKM)
- Golongan I: Cukai naik 11,8%; harga jual eceran terendah Rp2.260 per batang, sebelumnya Rp2.055 per batang
- Golongan II: Cukai naik 11,5%; harga jual eceran terendah Rp1.380 per batang, sebelumnya Rp1.255 per batang
Sigaret Putih Mesin (SPM)
- Golongan I: Cukai naik 11,9%; harga jual eceran paling rendah Rp2.380/batang, naik dibandingkan tahun lalu yang paling rendah Rp2.165/batang
- Golongan II: Cukai naik 11,8%; harga jual eceran paling rendah Rp1.465/batang, naik dibandingkan tahun lalu yang paling rendah Rp1.295/batang
Sigaret Kretek Tangan (SKT)
- Golongan I: Cukai naik 4,7%; harga jual eceran paling rendah Rp1.375/batang sampai Rp1.980/batang, naik dibandingkan tahun lalu yang paling rendah Rp1.250/batang sampai Rp1.800/batang
- Golongan II: Cukai naik 4,2%; harga jual eceran paling rendah Rp865, naik dibandingkan tahun lalu yang paling rendah Rp720
- Golongan III: Cukai naik 3,3%; harga jual eceran paling rendah Rp725, naik dibandingkan tahun lalu yang paling rendah Rp605
Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF)
- Cukai naik 11,8% ; harga jual eceran paling rendah Rp 2.260/batang, naik dibandingkan tahun lalu yang paling rendah Rp2.055/batang
Sigaret Kelembak Kemenyan (KLM)
- Golongan I: Cukai naik 4,7%; harga jual eceran paling rendah Rp950, naik dibandingkan tahun lalu yang paling rendah Rp860
- Golongan II: Cukai tetap; harga jual eceran paling rendah Rp200, tidak berubah dari tahun lalu
Jenis Tembakau Iris (TIS)
- Cukai tetap; harga jual paling rendah Rp55-180, tidak berubah dari tahun lalu
Jenis Rokok Daun atau Klobot (KLB)
- Cukai tetap; harga jual paling rendah Rp290, tidak berubah dari tahun lalu
Jenis Cerutu (CRT)
- Cukai tetap; harga jual paling rendah Rp495 sampai Rp5.500, tidak berubah dari tahun lalu.
sumber: katadata




