“Misalnya, brand dari Bung Karno ini salah satu Presiden yang tidak bisa ditiru oleh siapapun,” papar Muhidin.
“Meski demikian, bahwa dalam membuat brand, kita tidak sekedar menjual nama brandnya, tapi makna dari brand tersebut mampu menjadi nilai tersendiri bagi banyak orang pada saat digunakan,” imbuhnya.
Muhidin menambahkan, untuk menarik perhatian para wisatawan berkunjung ke Tidore, banyak yang bisa ditawarkan dan diperjualkan, seperti kuliner maupun kerajinan tangan di masing-masing kampung mampu menopang kehidupan para wisatawan.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Malut Dr. Marwan Polisiri memaparkan data bahwa, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara sedang berada dalam tren posotif sejak 2021 triwulan I, tertinggi di Indonesia sebesar 16,40 % lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 3,69%.
“Sesuai data di bulan Februasi 20022, Maluku Utara telah mengalami inflansi sebesar 1,11 % dengan IHK sebesar 017,13 dengan Kota Ternate sebagai basis data. Kemudian, ada pemicu inflansi pada dua kelompok pengeluaran, yakni deflasi pada tiga kelompok pengeluaran dan enam kelompok pengeluaran stagnan,” beber Polisiri.
“Dengan demikian, timbul sumber data UMKM persektor Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara tahun 2021, mulai dari sektor perdagangan, industri, jasa, perikanan, aneka usaha, dan pertanian,” sambung dia.




