Dari Feodalisme Partai Menuju Feodalisme Kekuasaan

oleh -7 Dilihat
Toni Rosyid

Saat ini, politik dinasti tidak hanya menguasai partai, tapi telah masuk ke ranah kekuasaan. Sejumlah jabatan strategis negara diduduki oleh anak-anak ketum partai. Bahkan sebagian minus kompetensi dan pengalaman. Dengan modal anak ketum partai, seseorang menjadi ketua DPR, Menteri, ketua fraksi, dll.

Kondisi ini tanpa disadari mulai dianggap wajar dan diterima oleh masyarakat. Politik dinasti saat ini telah menjadi realitas obyektif yang kedepan akan berpotensi mengkoptasi negara dengan seluruh kekayaannya. Dari sini, “Iron Law of Oligarchy”, meminjam istilah yang digunakan Robert Michels, berada di tangan segelintir keluarga.

Ketika siklus kepemimpinan partai berubah ke sistem dinasti, maka kekuasaan negara kedepan otomatis dan pasti akan berubah menjadi sistem dinasti. 10-20 tahun kedepan, mereka yang menduduki posisi penting di negara ini adalah anak-anak keturunan dan keluarga ketum partai. Sisanya baru untuk orang lain yang bukan darah biru.

Baca Juga  Wacana Pansus dan Hak Angket Terkait Gibran Mengemuka di DPR, Ini Bocoran dari PKS

Pada akhirnya, di Indonesia akan berlaku sistem dinasti dengan muka republik. Diawali dengan feodalisme partai menuju feodalisme kekuasaan.

Jakarta, 10 Oktober 2026

No More Posts Available.

No more pages to load.