Dari Mimbar Gereja hingga Tenda Pengungsian, Gubernur Maluku Tegaskan Negara Tak Tinggalkan Warga Kariu

oleh -1 Dilihat

“Kalau masyarakat sudah bertahun-tahun hidup dalam penderitaan, tinggal di tempat yang tidak layak, lalu pemerintah diam saja, itu tidak mungkin. Pemerintah yang baik harus berani mengambil keputusan demi rakyat,” tegasnya.

Karena itu, Pemprov Maluku berkomitmen pada 2026 akan merencanakan pembangunan kembali rumah warga Kariu yang belum selesai.

“Kita akan berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Kalau ada program lanjutan, kita dukung. Tapi kalau tidak, pemerintah provinsi akan mengambil alih tanggung jawab itu,” ujarnya.

“Mau Berapa Lama Masyarakat Hidup Seperti Ini?”

Dalam dialog dengan warga, Gubernur mendengar langsung keluhan Empi, salah satu pengungsi.

“Kalau hujan, air masuk ke dalam tenda,” keluh Empi.

Mendengar hal itu, Lewerissa merespons spontan, “Mau berapa lama masyarakat kita hidup seperti ini? Ini tidak boleh.”

Baca Juga  Buka FGD Reviu RP3KP, Sekda Haltim Tekankan Data Akurat dan Implementasi di Lapangan

Saat ini, Pemprov Maluku menjalankan program Manggurebe Biking Bae Rumah, yang sejak 2025 telah membangun 204 unit rumah dan direncanakan berlanjut pada 2027 dengan skala lebih besar. Gubernur membuka peluang agar Kariu masuk dalam skema program tersebut, setelah ada kejelasan pembagian kewenangan dengan pemerintah pusat.

Ajak Warga Masohi Bersama Pemerintah

Di akhir kunjungannya, Lewerissa mengajak masyarakat Kariu untuk berjalan bersama pemerintah dalam proses pemulihan dan pembangunan.

No More Posts Available.

No more pages to load.