David Glen Oi, Malut United FC, dan Bayang-bayang Skandal Izin Tambang di Malut

oleh -2,459 views

“Kami menduga, pembiayaan klub sepak bola ini adalah bagian dari strategi reputational laundering. Mengalihkan sorotan dari soal perizinan tambang dan potensi kerusakan lingkungan di Halmahera ke tribun stadion,” ujar Direktur Indonesia Anti Corruption Network Igrissa Majid, kepada redaksi, Senin (7/7/2025).

Dari Halmahera ke Medellín: Pola Lama, Wajah Baru

Acara peletakan batu pertama pembangunan Malut United Arena, stadion milik klub Malut United FC.

Fenomena ini mengingatkan publik pada sejarah gelap sepak bola di Kolombia era 1980-an. Saat itu, Pablo Escobar—raja kartel narkoba Medellín—menggunakan klub Atlético Nacional untuk mencuci uang haram, membangun citra baik, dan merebut hati rakyat. Escobar membiayai pembangunan stadion, membayar pemain kelas dunia, bahkan menghapus batas antara olahraga dan kekuasaan.

Meskipun konteks Maluku Utara dan Kolombia berbeda, pola-polanya menunjukkan kemiripan: penggunaan klub sepak bola sebagai instrumen pencitraan, legitimasi sosial, dan kanal distribusi kekuasaan. Sepak bola menjadi wajah publik yang bersih, yang menutupi realitas gelap dari bisnis ekstraktif di baliknya.

Baca Juga  Nikel, Hutan, dan Kesombongan Manusia: Antroposentrisme di Balik Luka Maluku Utara

David Glen tidak mengelola kartel narkoba. Tapi ia berada di jantung industri tambang yang menyisakan jejak konflik agraria, degradasi lingkungan, dan pertanyaan serius tentang keadilan distribusi sumber daya alam. Ia membangun Malut United sebagai proyek ambisius yang nyaris sempurna: stadion dibangun, pemain direkrut dari berbagai penjuru negeri, bahkan kerja sama dengan pemerintah daerah mengalir deras.

Namun warga Halmahera yang hidup di sekitar area tambang melihat kenyataan berbeda: hutan yang habis, laut yang tercemar, dan tanah ulayat yang tercerabut. Bagi mereka, “bola yang berlari di atas tambang” bukanlah lambang harapan, melainkan metafora pilu tentang bagaimana hiburan massal bisa menenggelamkan kesadaran kolektif.

No More Posts Available.

No more pages to load.