Desa Capalulu Diterjang Banjir

oleh -104 views
Link Banner

@Porostimur.com | Sula : Hujan deras yang terus mengguyur sepeken terakhir mengakibatkan Desa Capalulu, Kecamatan Mangole Tengah, Kabupaten Kapulauan Sula (Kepsul) diterjang banjir, Minggu (09/06) sekitar pukul 01.30 WIT dini hari, yang mengakibatkan puluhan rumah warga dan sebuah bangunan sekolah terendam air dan lumpur.

Informasi yang dihimpun @porostimur.com menyebutkan, banjir luapan kali Waise dan kali Waisoha ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur desa selama kurang lebih lima jam.

Drainase yang dibangun oleh pemerintah desa setempat tak sanggup menampung debit air hingga meluap ke jalan dan menerjang rumah warga, dan gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri Capalulu, serta merusak lapangan sepakbola.

Puluhan rumah warga di Dusun 1 juga ikut tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa.

Link Banner

Banjir tersebut memaksa sebagian warga mengevakuasi sejumlah barang-barangnya ke rumah tetangga.

Baca Juga  Pantau RSUPT, Assagaff laporkan perkembangan ke Presiden

Banjir mulai memasuki kawasan pemukiman warga sekitar pukul 03.05 WIT. Ketinggian air yang masuk ke rumah-rumah warga antara 10-50 cm. Namun sekitar pukul 06.30 WIT air mulai surut dan menyisakan lumpur.

Peristiwa ini tak menelan korban jiwa, hanya saja diperkirakan terdapat kerugian yang dialami warga korban banjir mencapai jutaan rupiah.

Kepala Desa Capalulu, M. Ali Umasangadji kepada @porostimur.com mengatakan, hujan yang turun sekitar pukul 01.30 malam dan mengakibatkan luapan dua sungai yang berada di belakang desa.

“Kali Waise dan Waisoha yang ada tepat dibelakang kampung meluap dan mengakibatkan banjir yang merendam puluhan rumah warga. Untungnya hujan tidak sampai pagi. Kalau sampai pagi kita juga tidak tahu apa yang terjadi. Karena yang terjadi ini saja sudah cukup parah,” ungkap Ali.

Baca Juga  Satgas COVID-19 Lantamal VIII Kembali Ba Semprot Disinfektan di Kabupaten Minahasa

Menurutnya, peristiwa seperti ini adalah yang kali kedua terjadi. Banjir serupa sudah dua kali terjadi beberapa tahun lalu dan lebih parah.

Kepala Desa Capalulu ini berharap, adanya perhatian dari pemerintah daerah setempat agar bisa memperhatikan warga yang terkena musibah tersebut.

Ali Umasangaji menambahkan, sejak banjir pertama kali Tahun 2013 lalu, pemerintah provinsi Maluku Utara sudah beberapa kali melakukan pengukuran, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya.

“Kami minta ada perhatian dari pemerintah bisa mencari solusi untuk menangani permasalahan ini agar supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” pinta Kepala Desa. (raka)