Desain Arsitektur Morotai Raih Juara Utama Sayembara Pusat Informasi Pariwisata 2019

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa seluruh daerah yang masuk dalam program 10 Destinasi Prioritas harus mulai mengembangkan arsitektur berkonsep Nusantara.

Tujuannya adalah untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara serta mengubah wajah parwisata Indonesia yang dinilai masih kurang ‘menarik’ dari segi arsitektur.

Hal tersebut dijelaskannya secara gamblang saat menghadiri malam penghargaan Sayembara Desain Arsitektur Pusat Informasi Pariwisata 2019, di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta Pusat, Jumat 4 Oktober 2019.

“Orang datang ke suatu daerah, pasti ingin melihat sesuatu yang berbeda. Makanya arsitektur bernuansa Nusantara dan tradisional itu penting. Saya rasa baru Bali yang menerapkan konsep ini,” terang Menpar Arief Yahya.

Arief kemudian mencontohkan kawasan Candi Borobudur yang masuk dalam program 5 Destinasi Super Prioritas besutan Presiden Jokowi . Menurutnya, hingga saat ini arsitektur Nusantara di kawasan tersebut masih sangat minim.

Baca Juga  Menteri KKP Persilakan Warga Jual Pulau di Buton

Padahal, bila di sekitar kawasan Borobudur dihiasi oleh bangunan-bangunan bernuansa tradisional dan lokal, tentunya akan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menarik di mata wisatawan.

“Sampai saat ini saya masih bingung, mengapa daerah menuju Borobudur itu tidak menunjukkan bahwa kita akan datang ke candi terbesar di dunia. Jadi pembangunan arsitektur Nusantara di sekitarnya sangat diperlukan,” tegas Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan PT Propan Raya kembali menyelenggarakan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara. Tahun ini, tema yang diangkat adalah Pusat Informasi Pariwisata (Tourism Information Center/TIC) dengan total hadiah mencapai Rp1.1 miliar.

Baca Juga  Kunker Wakil Ketua DPD-RI, Bawaslu Malut Sampaikan Progres Pengawasan Pilkada

Sayembara ini merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara pada tahun-tahun sebelumnya yakni, Sayembara Desain Arsitektur Rumah Wisata (Homestay), Desain Arsitektur Restoran, dan Desain Arsitektur Pusat Cinderamata Pariwisata.

Setelah melalui proses panjang, para juri akhirnya memutuskan Desain Arsitektur Morotai (Maluku Utara) sebagai pemenang utama dengan judul Fala Sasa’dua, hasil karya Laurensia Levina. Ia dan timnya berhak mendapatkan hadiah senilai Rp150 juta.

Hasilnya sangat bagus. Arsitekturnya masih muda-muda. Desainnya sangat surprise karena tidak saya bayangkan sebelumnya,” ungkap Menpar Arief Yahya. (red/vonny/ozc)