Di Balik Tirani, Pilkada Arena Machiavelli Modern

oleh -1 Dilihat

Meskipun dukungan rakyat seharusnya menjadi landasan legitimasi kekuasaan, sering kali partisipasi mereka tereduksi menjadi formalitas.

Dilansir dari Data BPS, partisipasi masyarakat dalam pemilu di Indonesia menunjukkan tren signifikan. Pada awal masa pemerintahan Soeharto, partisipasi pemilih mencapai puncaknya, dengan hampir seluruh masyarakat berpartisipasi (96,6 persen). Namun, setelah itu, terjadi penurunan yang berkelanjutan hingga 2009.

Sejak 2014, partisipasi masyarakat dalam pemilu menunjukkan peningkatan signifikan, dan tren positif ini berlanjut hingga pemilu 2019.

Namun, meskipun meningkat, angka partisipasi pada periode tersebut belum mencapai 90 persen.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2024 yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 20 Maret, tingkat partisipasi masyarakat tercatat mencapai 81,78 persen, dengan 164,3 juta suara sah dari total 204,4 juta daftar pemilih tetap.

Baca Juga  Sassuolo Menang 2-1 atas Torino, Jay Idzes Tampil 90 Menit dan Bantu Amankan Kemenangan

Walaupun angka ini tergolong tinggi, KPU mengungkapkan bahwa partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 mengalami penurunan dibandingkan dengan pemilu 2019.

Penurunan ini dapat mengindikasikan bahwa minat masyarakat terhadap proses demokrasi dan pemilihan umum perlu mendapatkan perhatian lebih.

No More Posts Available.

No more pages to load.