Para pembela militerisasi rezim Prabowo beralasan bahwa kondisi Indonesia sudah darurat korupsi. Karenanya dibutuhkan militer untuk memulihkan Indonesia dari gerogotan korupsi. Militer adalah panasea yang bisa menyembuhkan semua penyakit. Militer adalah kunci Inggris yang cocok untuk semua mur dan baut.
Itulah yang kemudian menjustifikasi penempatan sejumlah militer di jabatan sipil. Itu pula yang menjustifikasi penempatan militer untuk menjaga kejaksaan. Hal yang sama menjadi justifikasi bagi keterlibatan militer pada jabatan-jabatan sipil yang strategis.
Militerisasi jabatan sipil ini mirip dengan membuka Kotak Pandora, sekali kotak terbuka maka segala jenis kejahatan akan menyebar. Sekali kejahatan itu menyebar akan sangat sulit untuk mengendalikan dan mengembalikannya ke dalam kotak.
Soeharto menggunakan militer untuk menyelesaikan keruwetan politik dan ekonomi yang diwariskan oleh Orde lama. Yang terjadi kemudian Kotak Pandora terbuka dan rezim militer Orde Baru tidak bisa lagi dikendalikan, dan akhirnya Soeharto harus dihentikan paksa.
Setiap rezim otoritarian selalu menciptakan musuh bersama untuk menjustifikasi kekuasaannya. Soeharto menjadikan PKI sebagai musuh bersama. Ferdinand Marcos di Filipina juga menjadikan komunisme sebagai musuh bersama. Augusto Pinochet di Chile juga menjadikan komunisme sebagai musuh bersama. Mereka semua berakhir menjadi diktator dan diadili oleh rakyatnya sendiri.








