Di Kuil Penyiksaan Orde Baru

oleh -215 views
Dhimam Abror Djuraid

Oleh: Dhimam Abror Djuraid, Kolumnis tinggal di Surabaya

Judul ini diambil dari tulisan oleh Nezar Patria pada 7 Juni 1998 di Majalah TEMPO. Tulisan itu menjadi salah satu testimoni paling mengerikan dalam sejarah kekerasan Orde Baru di bawah Soeharto.

Tulisan itu mengisahkan kekejaman teror yang tidak kenal belas kasihan yang dilakukan oleh state-apparatus, aparatur negara yang bertindak sebagai penyebar teror. Siapa saja yang menunjukkan gejala perlawanan terhadap kekuasaan pasti akan berhadapan dengan teror yang dilakukan oleh aparatur negara.

Di masa reformasi 1998 Nezar ialah aktifis mahasiswa yang menjadi Sekretaris Jenderal SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi). Ini adalah organisasi dengan anggota sekumpulan mahasiswa pemberani yang menentang otoritarianisme Orde Baru. Organisasi ini dicap sebagai gerakan kiri yang terpengaruh PKI. Labelling semacam itu memang khas Orde Baru untuk mendiskreditkan semua gerakan yang menentang kekuasaan Soeharto.

Nezar menjadi korban penculikan bersama 13 orang temannya yang lain. Ia menceritakan detailnya dalam ‘’Di Kuil Penyiksaan Orde Baru’’. Penyiksaan di rezim Orde Baru adalah bagian dari ritual yang rutin. Karena itu pusat penyiksaan di rumah tahanan militer atau kepolisian diidentifikasi sebagai kuil.

No More Posts Available.

No more pages to load.