Diam Bukan Pilihan

oleh -137 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Satu-satunya yang bisa dibaca dari pernyataan ini adalah bahwa dia panik luar biasa. Si Gibas dan Simbah Kwalon yang didukungnya ternyata elektabilitasnya tidak naik juga.

Elektabilitasi pasangan yang didukungnya masih sekitar batas bawah 40an persen. Partai-partai yang mendukung tidak bergerak.

Yang terpenting, tidak ada antusiasme pendukungnya. Jelas terlihat di lapangan bahwa sangat sedikit orang memperlihatkan kebanggaan karena mendukung anak dan Simbah Kwalonnya itu.

Mereka yang mendukung cenderung malu-malu. Bahkan menyembunyikan preferensi politiknya. Hanya orang-orang berbayar, macam Busuk (Bud@Suk), yang bermain drama supaya tampak militan.

Baca Juga  Supercomputer Opta Jagokan PSG Juara Liga Champions, Arsenal Tetap Punya Modal Kuat

Atau orang-orang yang tidak tahu malu karena melihat keuntungan yang akan mereka dapat kalau pasangan ini menang. Mereka adalah para spekulan politik yang bersedia mengorbankan apa saja — termasuk integritas dan harga diri — demi jabatan politik.

Ciri terbesar pendukungnya adalah transaksional. Mereka mendukung karena mengharap sesuatu. Tidak ada lagi kegairahan bahwa mereka terlibat dalam politik elektoral ini karena memperjuangkan sesuatu yang mereka yakini.

No More Posts Available.

No more pages to load.