Dibangun Asal-Asalan, HCW Kecam Kontraktor yang Mengerjakan Proyek Jembatan di Desa Akelamo

oleh -659 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Pembangunan proyek jembatan yang dikerjakan oleh salah satu perusahanan ternama yaitu PT Buli Bangun, mendapat kecaman dari Halmahera Coruption Watch (HCW) Maluku Utara (Malut).

Kecaman tersebut, karena menurut HCW dalam pantauannya di lapangan, kontraktor yang mengerjakan proyek jembatan di Desa Akelamo, Kecamatan Gane Timur, lebih banyak meraih keuntungan dari pada kualitas proyek, lantaran jembatan yang dibangun pada tahun 2019 itu, kini sudah mengalami kerusakan.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur HCW, Rajak Idrus kepada Porostimur.com, pada Jumat (11/6/2021).

“Kami mendengar informasi atas pekerjaan proyek tersebut dam tim HCW langsung diturunkan di lapangan untuk memantau secara dekat. Disana kami mencoba koordinasi dengan masyarakat Desa Akelamo dan masyarakat pun keluhkan dua proyek jembatan dari PT Buli Bangun yang dikerjakan di tahun 2019, kini sudah mulai rusak akibat terjadi pengikisan air”, paparnya.

Menurutnya, proyek tersebut dibangun asal-asalan, karena yang dikerjakan pada proyek tersebut hanya penyusunan batu begitu saja tanpa ada campuran spesi untuk memperkuat bangunan proyek tersebut.

Baca Juga  PDI-Perjuangan Maluku Utara Sumbang APD untuk Tenaga Medis di Puskesmas Galala

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Akelamo, Ferdi Raupasi, saat berdiskusi dengan Tim HCW di lapangan. Menurutnya, ketika terjadi hujan deras dan banjir, itu akan mempercepat kerusakan jembatan tersebut.

“Pada saat terjadi hujan deras, bangunan proyek tersebut akan tidak bisa tahan, kalau hanya cuman menyusun batu begitu saja. Kalau pun kita pakai spesi, itu juga lama kelamaan akan tetap rusak, apalagi hanya disusun batu begitu saja. Kalau memang itu batu alami langsung di situ, tidak jadi persoalan”, ujarnya.

Ferdi menjelaskan, bukan hanya hujan dan banjir saja yang membuat jembatan tersebut rusak, tetapi juga diakibatkan oleh pengikisan air laut pada bulan-bulan tertentu, dimana biasanya terjadi air pasang, yang menyebabkan terjadi pengikisan yang sangat kuat, sehingga mempercepat kerusakan.

Baca Juga  Pangdam Pattimura Tutup Pendidikan Secata Gelombang I TA 2020

“Kita lihat proyek itu, susunan batu tersebut sudah mulai runtuh, maka kami sebagai pemerintah desa dan masyarakat Desa Akelamo menilai bahwa proyek yang dikerjakan PT Buli Bangun hanya asal-asalan saja. Ini pun dijaga jangan sampai terjadi hujan deras dan banjir, sehingga air yang mengalir begitu kuat itu bisa mempercepat kerusakan pada jembatan”, timpalnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.