Didatangi Anggota DPR RI, BWS Janji Segera Tangani Dam Waii Ela

oleh -40 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ketua HKBHL Hamdan Tunny bersama anggota DPR RI, Saadiyah Uluputty, mendatangi Balai Sungai Wilayah Maluku (BWSM) untuk mengonfirmasikan, terkait meluapnya aliran sungai Dam Waii Ela yang makin besar dan menyebabkan air sudah memasuki area pemukiman masyarakat. .

Kedatangan mereka disambut baik oleh pihak BWS Maluku dan langsung dibahas masalah Dam Waii Ela di Kantor Balai Wilayah Maluku, Jumat (20/8/2021).

Kasatker OP BWS Maluku, Syaripudin Tuasikal, menjelaskan bahwa BWS akan segera mengambil langkah-langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

“Jangka panjang kita tidak bisa perpanjang dulu, terkait dengan pengalaman kemarin. Jadi saya mau sampaikan bahwa, kita akan melakukan dua kegiatan nantinya, kegiatan pertama itu yang segera dibahas dengan teman teman dari Jakarta juga dan akan dibahas satu dua hari ini, dan akan ada tim dari balai,” katanya

Yang mendesak sekarang ini  adalah kondisi masyarakat, di mana mereka takutkan dampak dari ini lebih parah apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini.

Baca Juga  Satuan Brimob Polda Maluku Gelar Apel Kesiapsiagaan

“Jangan sampai mereka mendapatkan dampak dari ini. Kan kita disini lagi musim hujan, jadi kita sudah komunikasi dengan teman-teman  direktorat akan segera penanganan darurat,” ucapnya.

Lanjutnya, bahwa pihak BWS sudah mendesak kepada pemerintah Maluku Tengah (Malteng)  untuk segera membuat surat pernyataan dari bupati Malteng, Abua Tuasikal.

“Kami sudah mendesak pihak Maluku Tengah agar pak Bupati bisa menandatangani surat pernyataan untuk kita dapat mengambil langkah menangani aliran air Dam Waii Ela,” tuturnya

Ia mengatakan, sudah tiga kali pihak pusat dan BWS membahas tentang Dam Waii Ela.Kemarin BWS usul dengan bronjong tetapi tahun kemarin pihak pusat meminta talud beton. mereka berharap, masalah sosial mengenai tanah di area dan waii ela di selesaikan lebih dahulu.

Baca Juga  Baksos Natal-Maulid, ajarkan siswa-siswi hargai sesama

” Sebenarnya hal yang menghalangi adalah tentang lahan yang masih jadi milik masyarakat, tapi sudah di bahas dengan sekdes dan katanya tidak da masalah lagi. Karena selama masuk zona merah aliran air, saya pikir masyarakat tidak akan mengeluh,” cerita Tuasikal.

Selain itu, melihat fakta di lapangan, BWS tidak mencemaskan mengenai air tapi lebih kepada material yang di bawa oleh air. Air memiliki sifat yang sama, namun material yang di bawa oleh air ini dapat membuat kerusakan.

“Yang di cemaskan ini, material yang ikut di bawa oleh arus air dan dapat menyebabkan kerusakan pada pemukiman juga pada pembangunan perbaikan sendiri,” tutupnya.

Baca Juga  Selain Warna Netral, Ini Deretan Warna yang Wajib Kamu Punya untuk Tampil Stylish

Hamdan Tunny dan Saadiyah Uluputty sangat berterima kasih atas tanggapan BWS Maluku yang akan cepat menangani masalah darurat ini.

“Kami sangat berterima kasih BWS Maluku menganggapi ini dan akan secepatnya bekerja,” pungkasnya. (nicolas)