Diduga Oknum Dokter RSUD Chasan Boesoirie Lalai atas Meninggalnya Pasien BPJS, Aliansi Indonesia Ancam Boikot Kantor RSUD

Porostimur.com | Ternate: Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (AI) Kabupaten Halmahera Selatan Sarjan Taib mengecam salah satu oknum Dokter RSUD Chasan Boesoirie Ternate bernama Dr. Prita lantaran dianggap tidak becus dalam memberikan pelayanan terhadap salah satu pasien BPJS Rasmi Tendra (46 tahun) asal Desa Bajo Kabupaten Halmahera Selatan yang dirawat di Rumah Sakit umum Hasan Bosoiri Ternate pada Jumat dini hari telah menghembuskan nafas terakhir setelah nginap di ruang bedah RSUD Ternate kurang lebih dua pekan.

Kepada media pers, Sarjan Taib yang juga selaku pihak keluarga pasien mengaku kesal lantaran dokter yang memeriksa pasien tidak memberitahu hasil pemeriksaan kepada dokter yang lain bahkan pihak suami dan keluarga pasien namun dokter tersebut langsung pergi keluar daerah sehinga membiarkan pasien tersebut terbaring begitu saja diruang bedah dengan penyakit yang dideritanya,” kesalnya

Dikatakan Sarjan semestinya dokter tersebut sebelum pergi ke luar daerah harus memberitahukan hasil pemeriksaan kepada dokter yang lain untuk menangani lebih lanjut bukannya membiarkan begitu saja pasien berteriak dengan sakit yang di deritanya.

“Kami sebagai keluarga sangat kesal dengan pelayanan oknum Dokter RSUD tersebut setidaknya sebelum pergi keluar Daerah beritahu hasil pemeriksaan berupa bentuk rujukan kalaupun pihak rumah sakit tidak mampu tangani sehinga kami bisa bawa ke Manado bukannya membiarkan begitu saja pasien hingga meningal,” cetus Sarjan

Sarjan mengakui meninggalnya pasien lantaran penyakit yang dideritanya adalah atas kuasa Allah akan tetapi persoalan pelayanan oknum Dokter yang dinilai tidak ikhlas, olehnya itu atas nama Lembaga Aliasni Indonesia dan keluarga pasien mendesak Gubernur provinsi Maluku Utara segera pindahkan dokter tersebut jangan sampai pelayanan yang dilakukan bisa memakan korban bagi pasien yang lain, ia juga mendesak pimpinan Rumah Sakit Umum Ternate segera berikan sangksi terhadap Dokter tersebut karena perbuatan yang dilakukannya telah merugikan pasien atas nama Rasmi Tendra.

Sarjan mengancam jika masalah ini tidak ditindaklanjuti oleh Gubernur Provinsi Maluku Utara maupun pihak Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate maka atas nama Lembaga Aliansi Indonesia bakal mengiring masa menduduki Rumah Sakit mengelar aksi Demonstrasi, mendesak agar oknum dokter tersebut segera diberikan sangksi bahkan tidak segan segan lembaga Aliansi juga bakal melaporkan Maslah ini Hinga ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat” janji Sarjan.

Terpisah Dokter Samsu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Chasan Boesoirie Ternate ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler berulang kali tidak merespon, dikonfirmasi Fia WhatsApp pun tidak ada tanggapan hingga berita dipublis. (adhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: