Difinubun: Pulau Kei Besar Mirip Kapal yang Terang di Malam Hari Karena Karya Besar Hanubun

oleh -51 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Bershalawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara di Kecamatan Elat, Kei Besar dapat menghancurkan niat yang bengkok serta mencairkan kebekuan hati.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Ustadz Arifin Difinubun saat menyampaikan hikmah maulid, pada Ahad (14/11/2021) di Elat.

Hadir pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Malra M. Thaher Hanubun, Alhabib Ibrahim Lutfi bin Ahmad Alatas, Qori Internasional Muhamad Ridho serta Ketua DPRD Minduhri Koedoeboen.

“Kei Besar bagaikan sebuah kapal yang berlayar di malam hari jika dipandang dari pulau Kei Kecil. Semua ini adalah berkah dan karya besar dari Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun yang telah membuat listrik di Kei Besar menyala 24 jam dan dinikmati hingga saat ini,” tegas Arifin.

Ustadz Arifin mengisahkan, Rasullah Muhammad saat menyampaikan dakwah di Mekkah selama 13 tahun lamanya, kemudian hijrah ke Madinah yang sebelumnya dikenal dengan nama Yasrib (desa yang terbelakang).

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, DKPP Malra Gelar Pasar Daging Sapi Murah

Arifin menerangkan, langkah ini yang dipakai Hanubun dimana berhijrah dari Kei Kecil ke Kei Besar guna membangun Kei Besar yang mirip dengan Madina Tulmunawwarrah atau kota yang bercahaya.

“Banyak bupati yang sudah melalang buana sejak bupati pertama Dameri hingga yang terakhir, tidak ada yang mampu membuat perubahan di pulau Kei Besar, hanya Bupati Hanubun,” tegas Arifin.

“Apa yang dilakukan Bupati Malra memang layak untuk dipuji sesuai dengan namanya Muhammad Thaher (terpuji),” imbuhnya.

“Jazirah arab sebelum kelahiran dan setelah kelahiran Nabi pada 1400 tahun yang lalu, telah membuat seuatu perubahan di Jazirah Arab,” sambung Difinubun.

Arifin3 menambahkan, dengan berdakwah selama 23 tahun, Rasulullah telah berhasil membawa masyarakat di Jazirah Arab dari jaman jahiliah menjadi jaman mengenal akan Allah.

Baca Juga  Erdogan Bela Presiden Rusia Soal Tudingan Sebagai Pembunuh

Kelahiran Nabi Muhammad SAW katanya, sangatlah berbeda dengan setiap bayi yang dilahirkan, karena sejak saat kelahiran sudah menyebut takbir dan asma Allah.

Lebih lanjut dikatakan, kita boleh berbeda karena agama, namun sesunggunya kita adalah saudara dan dalam perbedaan hendaknya jangan kita membesarkan perbedaan namun memperbesar status kemasyarakatan, sebagaimana yang dicontohkan Bupati Malra, tegas Arifin.

Menurut Arifin, jika kedepan rakyat mempercayakan beliau untuk memimpin kembali negeri ini untuk 5 tahun kedepan, maka Kei Besar akan terbebas dari kesulitan yang ada. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.